Dr. Mursyidin Kembali Mengabdi, Membawa Jejak Ilmu untuk Masa Depan UTU

Redaksi
Dr. Mursyidin, S.Ag., M.A saat dilantik sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Teuku Umar Senin (20/7/2026).
Dr. Mursyidin, S.Ag., M.A saat dilantik sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Teuku Umar Senin (20/7/2026).
A-AA+A++

Habanusantara.net, Langkah Dr. Mursyidin, S.Ag., M.A menuju podium pelantikan bukan sekadar perjalanan seorang akademisi menerima jabatan baru. Ada jejak panjang pengabdian, pengalaman, dan harapan yang ikut menyertainya.

 

Di Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Lantai I Gedung Terintegrasi, Senin (20/7/2026), ia resmi dilantik sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum oleh Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.

Pelantikan itu menjadi bagian dari upaya UTU memperkuat tata kelola universitas menuju perguruan tinggi yang unggul, mandiri, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Namun, bagi Dr. Mursyidin, jabatan tersebut bukan sekadar posisi struktural. Amanah itu menjadi ruang baru untuk kembali memberikan kontribusi bagi kampus yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.

Nama Dr. Mursyidin bukan sosok asing dalam dunia pendidikan tinggi Aceh. Akademisi bidang Sosiologi itu telah melewati perjalanan panjang sebagai dosen, peneliti, pemimpin perguruan tinggi, hingga penggerak berbagai program pengabdian masyarakat.

Sebelum kembali dipercaya memimpin di UTU, ia pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni periode 2019–2023. Ia juga pernah dipercaya sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UTU serta Direktur Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat.

Perjalanan akademiknya tidak berhenti di ruang birokrasi kampus. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia dengan konsentrasi Antropologi dan Sosiologi.

Ilmu yang diperolehnya kemudian dituangkan melalui berbagai penelitian dan publikasi ilmiah. Fokus kajiannya banyak berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pembangunan wilayah pesisir, tata kelola pemerintahan, keadilan gender, hingga pembangunan sosial di Aceh.

Bagi Dr. Mursyidin, ilmu bukan hanya untuk disimpan dalam ruang akademik. Ilmu harus hadir menjawab persoalan masyarakat dan menjadi bagian dari perubahan.

Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir menilai pengalaman akademik dan kepemimpinan yang dimiliki Dr. Mursyidin menjadi modal penting dalam memperkuat sistem tata kelola universitas.

“Dr. Mursyidin memiliki pengalaman yang lengkap, baik sebagai akademisi, peneliti maupun administrator perguruan tinggi. Kami percaya beliau mampu memperkuat sistem perencanaan, pengelolaan keuangan, serta tata kelola administrasi Universitas Teuku Umar secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Nyak Amir.

Di pundaknya kini terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan roda perencanaan, keuangan, dan administrasi UTU berjalan semakin baik.

Dr. Mursyidin menyadari amanah tersebut bukan perkara ringan. Ia berkomitmen menjalankan tugas dengan semangat kolaborasi bersama seluruh sivitas akademika.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan,” katanya.

Ia bertekad membangun sistem perencanaan yang lebih terintegrasi, tata kelola keuangan yang akuntabel, serta administrasi yang efektif untuk mendukung kemajuan universitas.

Kembalinya Dr. Mursyidin ke jajaran pimpinan UTU menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah perguruan tinggi yang terus bertumbuh. Pengalaman, ilmu, dan kepemimpinannya diharapkan menjadi energi baru bagi transformasi kampus.

Sebab pada akhirnya, sebuah universitas tidak hanya dibangun oleh gedung dan fasilitas, tetapi oleh manusia yang membawa ilmu, dedikasi, dan mimpi untuk generasi berikutnya.

Seperti kata pepatah, “Ilmu yang bermanfaat adalah warisan yang tidak pernah habis.” Dan melalui amanah barunya, Dr. Mursyidin kembali menapaki jalan pengabdian untuk meninggalkan jejak ilmu bagi masa depan UTU dan Aceh.[*]