Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, meraih Pemred Award 2026 di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026). Ia menerima penghargaan kategori Corporate Leadership – The Best Communication.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Festival Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026. Fadhil dinilai memiliki komitmen terhadap keterbukaan informasi dan komunikasi publik yang bertanggung jawab.

Dewan juri diketuai Anggota Dewan Pers Republik Indonesia, Yogi Hadi Ismanto. Penilaian mencakup hubungan dengan insan pers, kemudahan akses informasi, serta konsistensi penyampaian informasi yang akurat dan berimbang.

Juri juga mempertimbangkan upaya membangun hubungan yang sehat antara perusahaan, media, dan masyarakat. Bank Aceh dinilai mampu menjalankan komunikasi secara terbuka, transparan, dan akuntabel.

Fadhil mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja seluruh jajaran Bank Aceh. Ia juga mempersembahkan penghargaan itu kepada masyarakat Aceh.

“Penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Fadhil.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Hal itu dinilai semakin dibutuhkan di tengah persaingan industri jasa keuangan.

Bank Aceh menjalankan komitmen tersebut melalui penyampaian informasi perusahaan secara berkala dan penguatan fungsi kehumasan. Perusahaan juga mengoptimalkan kanal digital serta meningkatkan pelayanan informasi publik.

Hubungan dengan media massa di tingkat daerah dan nasional turut diperkuat. Langkah itu dilakukan untuk memastikan informasi perusahaan dapat diterima secara cepat, akurat, dan mudah diakses.

Fadhil menyebut kepercayaan masyarakat merupakan aset utama lembaga keuangan. Penghargaan tersebut diharapkan mendorong peningkatan integritas, pelayanan, dan kualitas komunikasi perusahaan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik dan membangun komunikasi yang profesional kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Selain Fadhil Ilyas, dua tokoh Aceh juga menerima penghargaan dalam kegiatan tersebut. Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima Pena Emas, sedangkan Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir memperoleh penghargaan di bidang kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan komunikasi publik.

Fadhil berharap capaian para tokoh Aceh itu memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pembangunan Aceh secara berkelanjutan.

Bank Aceh akan menjadikan penghargaan itu sebagai bagian dari penguatan transformasi perusahaan. Penguatan tata kelola, manajemen risiko, layanan, digitalisasi, dan komunikasi publik tetap menjadi fokus perusahaan setelah memasuki satu dekade sebagai bank syariah.[]