Tahun Baru Hijriah 1448 H: Jangan Biarkan Hijrah Berhenti sebagai Ucapan Seremonial

Redaksi
A-AA+A++

Tahun Baru Hijriah 1448 H seharusnya tidak hanya hadir sebagai ucapan di spanduk, status media sosial, atau seremoni tahunan. Momentum ini perlu dibaca sebagai panggilan moral bagi umat Islam untuk melakukan perubahan nyata di tengah kehidupan yang semakin kompleks.

Hijrah bukan sekadar mengenang perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah keberanian meninggalkan kebiasaan lama yang merusak, seperti malas belajar, mudah menyebar kebencian, abai terhadap sesama, dan lebih sibuk membangun citra daripada memperbaiki akhlak.

Di tengah derasnya arus digital, semangat hijrah menjadi semakin relevan. Umat Islam ditantang untuk berhijrah dari budaya komentar kasar menuju komunikasi yang santun, dari informasi palsu menuju tabayun, dari sikap individualis menuju kepedulian sosial, serta dari ibadah yang hanya tampak di ruang publik menuju ketulusan yang hidup dalam perilaku sehari-hari.

Tahun 1448 H harus menjadi titik evaluasi. Apakah masjid semakin makmur? Apakah anak-anak muda semakin dekat dengan ilmu dan Al-Qur’an? Apakah keluarga menjadi tempat yang aman dan penuh kasih? Apakah masyarakat semakin jujur, adil, dan saling menolong?

Opini ini penting ditegaskan karena Tahun Baru Hijriah sering kali hanya dirayakan, tetapi belum sungguh-sungguh dijadikan arah perubahan. Padahal, inti hijrah adalah transformasi dari gelap menuju terang, dari pasif menuju produktif, dari sekadar menjadi penonton menjadi pelaku kebaikan.

Maka, Tahun Baru Hijriah 1448 H hendaknya menjadi momentum kolektif untuk memperbaiki diri, keluarga, lembaga pendidikan, dan kehidupan sosial. Hijrah yang sejati bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan melalui akhlak, karya, dan kepedulian.

Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H. Mari berhijrah, bukan hanya dalam kata, tetapi dalam tindakan nyata.

Siti Winarni, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area
Siti Winarni, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Medan Area

Oleh : Siti Winarni
Universitas Medan Area