habanusantara.net – Menjelang kepulangan jemaah haji Aceh ke Tanah Air mulai 15 Juni 2026, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mengingatkan jemaah agar tidak menyimpan air zamzam di dalam koper maupun tas kabin. Selain melanggar ketentuan penerbangan, tindakan tersebut berisiko membuat koper dibongkar saat pemeriksaan keamanan di bandara.
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan banyak jemaah yang masih berupaya membawa air zamzam secara pribadi saat pulang dari Tanah Suci. Padahal, seluruh jemaah haji Aceh telah dijamin akan menerima air zamzam yang disalurkan langsung melalui pemerintah di daerah masing-masing.
“Air zamzam tidak boleh dibawa dalam bagasi, kabin, maupun tas tambahan dalam kemasan apa pun. Seluruh koper akan diperiksa menggunakan X-Ray dan jika terdeteksi membawa zamzam, koper tersebut akan dibongkar oleh petugas keamanan bandara,” ujar Arijal, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, jemaah tidak perlu repot menyelipkan air zamzam ke dalam barang bawaan. Sebanyak 5.484 botol air zamzam milik jamaah haji Aceh telah lebih dahulu tiba di Asrama Haji Banda Aceh dan siap didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota.
Proses pengambilan air zamzam oleh Kementerian Haji kabupaten/kota dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 5 Juni 2026. Setelah itu, air zamzam akan disalurkan kepada jamaah saat mereka kembali ke daerah asal masing-masing.[Fira]





