Habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) akan menggelar pasar murah daging meugang dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Minggu, 24 Mei 2026 dan Senin, 25 Mei 2026 di sejumlah titik dalam wilayah Kota Banda Aceh.
Program pasar murah ini digelar sebagai upaya pemerintah mengendalikan harga pangan, khususnya harga daging sapi yang kerap melonjak menjelang hari besar Islam.
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar mengatakan, pada momentum meugang dan hari raya besar Islam, harga daging di pasaran biasanya meningkat hingga mencapai Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram.
“Pemerintah Kota Banda Aceh tentu harus mengambil kebijakan dan inisiatif agar warga kota tetap bisa mendapatkan daging dengan harga terjangkau, murah, namun tetap berkualitas dan sehat,” kata Iskandar.
Ia menjelaskan, pasar murah daging meugang tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh melalui DP2KP bersama sejumlah BUMN dan BUMD, yakni Perumdam Tirta Daroy, Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pegadaian dan LKMS Mahirah Muamalah.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak itu diberikan dalam bentuk subsidi ongkos potong dan biaya tenaga kerja sehingga harga jual daging dapat ditekan menjadi Rp150 ribu per kilogram.
“Subsidi ini yang membuat harga jual bisa ditekan sampai Rp150 ribu per kilogram untuk masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pada hari pertama, Minggu (24/5/2026), pasar murah akan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni di Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya dekat Masjid Taqwa, halaman SD Negeri 56 Lam Geulumpang Kecamatan Ulee Kareng, serta di Jalan Rama Setia, Gampong Lampaseh Aceh, Kecamatan Meuraxa.
Sementara pada hari kedua, Senin (25/5/2026), pasar murah digelar di halaman Kantor Perumdam Tirta Daroy dekat Stadion H Dimurthala, kawasan eks Suzuya Shopping Centre Pasar Aceh, serta kembali dilaksanakan di Jalan Rama Setia, Lampaseh Aceh.
Iskandar menyebutkan, lokasi Lampaseh Aceh dipilih dua kali pelaksanaan karena tingginya kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut yang mayoritas merupakan wilayah nelayan.
“Di kawasan itu banyak masyarakat yang masuk kategori desil satu sampai lima sehingga menjadi perhatian pemerintah untuk membantu mereka mendapatkan daging murah,” katanya.
Ia berharap pasar murah tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh daging sapi berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idul Adha.
Selain itu, pemerintah juga akan terus melaksanakan berbagai program pasar murah pangan dalam rangka menyambut hari-hari besar Islam di Banda Aceh.
Menurut Iskandar, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah daging selama ini sangat tinggi. Dari pengalaman pelaksanaan sebelumnya, satu titik penjualan bahkan mampu menghabiskan tiga hingga empat ekor sapi dalam waktu singkat.
“Kalau saat meugang Ramadhan kemarin, pasar murah daging bisa menghabiskan hingga 50 ekor sapi. Namun untuk meugang Idul Adha ini kemungkinan tidak sebanyak saat menyambut Ramadhan karena nantinya juga ada daging kurban,” ujarnya.
DP2KP Kota Banda Aceh memperkirakan pasar murah daging meugang Idul Adha tahun ini mampu menjual sekitar 4 hingga 5 ton daging bersih subsidi kepada masyarakat.[is]





