MSCI dan FTSE Guncang Bursa, IHSG Ambruk di Pembukaan Perdagangan

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada awal perdagangan, Senin (18/5/2026), di tengah tekanan besar dari saham-saham berkapitalisasi jumbo yang terdampak evaluasi indeks global oleh MSCI dan FTSE Russell.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 94,34 poin atau 1,40 persen ke level 6.628,97. Tak lama berselang, pelemahan semakin dalam hingga mencapai 2,59 persen. Sebanyak 208 saham tercatat melemah, 134 saham menguat, dan 349 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp681,16 miliar.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham yang sebelumnya dikeluarkan dari indeks global MSCI, khususnya emiten grup Prajogo Pangestu seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga menjadi sorotan setelah masuk radar evaluasi indeks internasional.

MSCI diketahui resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Langkah itu dinilai memicu aksi jual investor dan memperberat tekanan di pasar saham domestik.

Di sisi lain, FTSE Russell turut memberikan sinyal keras terhadap saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Dalam tinjauan indeks Juni 2026, FTSE menyebut saham dengan masalah free float dan likuiditas berpotensi dihapus dari indeks dengan perlakuan “harga nol”.

Sejumlah saham langsung terpukul pada perdagangan pagi. DSSA dan TPIA dibuka menyentuh auto rejection bawah (ARB), sementara BREN melemah signifikan dan kehilangan status sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga ikut menekan IHSG setelah turun 2,5 persen.

Pelemahan IHSG pagi ini turut menyeret seluruh sektor perdagangan, dengan tekanan terdalam terjadi pada sektor infrastruktur, barang baku, energi, dan teknologi.