3 Kandidat Berebut Kursi Ketua PPP Bireuen, Ulama-Akademisi-Pengusaha Adu Kuat

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Kontestasi pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan Bireuen mulai memanas jelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab). Tiga kandidat kuat dari latar belakang berbeda dipastikan akan bersaing memperebutkan posisi strategis tersebut.

Ketiganya masing-masing mewakili pendekatan yang berbeda dalam membangun kekuatan partai ke depan, mulai dari basis tradisional, penguatan ideologi, hingga ekspansi elektoral.

Dari kalangan internal, nama Baharuddin Yusuf mencuat sebagai figur ulama yang juga dikenal sebagai pimpinan dayah. Sosok ini dinilai memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat serta mampu mengembalikan identitas PPP sebagai partai berbasis nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, kandidat lainnya, Al-Furqan, hadir dari kalangan akademisi. Ia merupakan pengurus harian DPC PPP Bireuen yang dinilai memiliki kapasitas dalam merumuskan strategi politik yang lebih modern dan terstruktur.

Baca juga : PPP Aceh Panaskan Mesin, Muscab Serentak Digelar Jelang Pemilu 2029

Di sisi lain, bursa calon juga diramaikan oleh figur eksternal, Edi Saputra atau yang akrab disapa Edi Obama. Pengusaha yang saat ini menjabat sebagai Ketua PMI Bireuen tersebut dinilai memiliki jaringan luas serta peluang besar dalam memperluas basis dukungan, khususnya di kalangan pemilih muda dan komunitas profesional.

Dinamika yang berkembang menunjukkan adanya tiga pendekatan utama dalam kontestasi kali ini, yakni penguatan basis tradisional, konsolidasi ideologi, dan ekspansi elektoral.

Sejumlah kader menilai, PPP membutuhkan kombinasi dari ketiga pendekatan tersebut agar mampu kembali menjadi kekuatan politik utama di DPRK Bireuen.

“PPP butuh energi baru tanpa kehilangan jati diri. Siapapun yang terpilih harus mampu mengembalikan kejayaan PPP sebagai kekuatan utama di DPRK Bireuen,” ujar salah seorang kader PPP.

Kompetisi yang berlangsung dinilai sebagai hal positif, karena mencerminkan banyaknya sumber daya kader potensial yang dimiliki partai.

Selain memilih ketua baru, Muscab juga akan menjadi forum strategis untuk membahas langkah pemenangan, penguatan kaderisasi, serta konsolidasi organisasi hingga ke tingkat gampong menjelang Pemilu 2029.

Sekretaris Wilayah PPP Aceh, Ilmiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses demokrasi internal partai.

Ia mengingatkan seluruh kader agar tetap menjaga soliditas dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan.

“Insya Allah, dinamika ini akan memperkuat partai. Semua kader PPP di Aceh, khususnya di Bireuen, tetap solid dan bijaksana untuk terus berjuang bersama menyahuti harapan rakyat demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.[*]