Habanusantara.net – Anggota DPRK Banda Aceh, Zulkasmi, mengingatkan agar proses rekrutmen guru diniyah untuk jenjang SD dan SMP benar-benar mengedepankan kompetensi calon tenaga pendidik, bukan kepentingan pihak tertentu. Ia berharap seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan mengacu pada aturan yang berlaku agar kualitas pendidikan diniyah di Banda Aceh tetap terjaga.
Pernyataan itu disampaikan Zulkasmi menyikapi rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh yang akan melaksanakan rekrutmen sekaligus pelatihan peningkatan kapasitas guru diniyah dalam waktu dekat.
Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, proses seleksi guru diniyah tidak boleh dipandang sebagai agenda rutin semata. Rekrutmen itu akan menentukan kualitas pendidikan agama yang diterima ribuan siswa di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Banda Aceh.
“Kita berharap seluruh tahapan rekrutmen dan pelatihan tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai dengan ketentuan qanun yang berlaku. Ini penting agar kualitas pendidikan diniyah di Banda Aceh tetap terjaga,” kata Zulkasmi di Banda Aceh, Sabtu (28/3/2026).
Ia mengatakan, pelaksanaan rekrutmen harus berpedoman pada Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Aturan tersebut, menurutnya, telah mengatur arah pengembangan pendidikan di Banda Aceh, termasuk pendidikan diniyah yang menjadi salah satu kekhasan daerah.
Bagi Zulkasmi, keberadaan pendidikan diniyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak usia dini. Karena itu, kualitas tenaga pengajar menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Ia menilai guru diniyah bukan hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun akhlak dan membimbing peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Guru-guru yang direkrut harus benar-benar memiliki kualifikasi dan kompetensi yang baik, tidak hanya dalam aspek pembelajaran, tetapi juga dalam membina akhlak dan berinteraksi dengan peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, Banda Aceh selama ini dikenal sebagai daerah yang memberi perhatian besar terhadap pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Identitas tersebut harus terus dipertahankan melalui proses seleksi guru yang berkualitas dan profesional.
Ia berharap setiap peserta yang mengikuti seleksi diberikan kesempatan yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan dengan pihak tertentu. Dengan demikian, guru yang nantinya dinyatakan lulus benar-benar merupakan tenaga pendidik yang layak berdasarkan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki.
Zulkasmi mengatakan, transparansi dalam proses rekrutmen menjadi hal yang tidak kalah penting. Seluruh tahapan seleksi harus dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak menimbulkan polemik ataupun persepsi negatif di tengah masyarakat.
Menurutnya, apabila proses seleksi dilakukan secara objektif, hasilnya juga akan lebih mudah diterima oleh semua pihak. Selain melahirkan guru yang berkualitas, proses tersebut juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di Banda Aceh.
Ia mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas belajar, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas guru yang berada di ruang kelas setiap hari.
Karena itu, ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh benar-benar memberi perhatian pada setiap tahapan rekrutmen, mulai dari seleksi administrasi, ujian kompetensi, hingga pelatihan yang akan diberikan kepada para calon guru diniyah.
Menurut Zulkasmi, pelatihan yang direncanakan pemerintah juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mengajar para guru agar mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran yang terus berubah.
Ia menilai guru diniyah saat ini dituntut tidak hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga mampu menyampaikan pelajaran dengan pendekatan yang menarik sehingga mudah dipahami peserta didik.
Selain itu, kemampuan membangun komunikasi dengan siswa juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai agama kepada anak didik.
Zulkasmi berharap hasil rekrutmen nanti benar-benar melahirkan tenaga pendidik yang profesional dan mampu membawa pendidikan diniyah di Banda Aceh menjadi semakin baik.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan diniyah tidak hanya diukur dari banyaknya guru yang direkrut, tetapi juga dari kualitas mereka dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kalau proses rekrutmennya dilakukan dengan baik dan sesuai aturan, saya yakin kita akan mendapatkan guru-guru diniyah yang berkualitas. Mereka inilah yang nantinya menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda Banda Aceh,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal proses rekrutmen tersebut agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan proses seleksi yang terbuka, objektif, dan berorientasi pada kompetensi, pendidikan diniyah di Banda Aceh diharapkan terus berkembang serta mampu melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan agama, akhlak yang baik, dan siap menghadapi tantangan zaman.[***]





