Bupati Aceh Utara Minta Warga Korban Banjir yang Belum Terdata Segera Lapor ke Geuchik

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, meminta warga yang menjadi korban banjir namun belum masuk dalam daftar pendataan agar segera melapor kepada

geuchik di gampong masing-masing. Hal tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi terkait proses pendataan korban banjir di wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Pengumuman yang dirilis di Lhoksukon pada Sabtu (7/3/2026) itu menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memastikan seluruh korban terdampak tercatat secara akurat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara saat ini sedang melakukan uji publik terhadap daftar warga terdampak banjir yang dipasang di meunasah setiap gampong.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan, warga yang merasa terdampak namun namanya belum tercantum dalam daftar uji publik diminta segera melapor kepada geuchik. Data yang diterima di tingkat gampong nantinya akan diteruskan secara berjenjang ke camat untuk diproses dan diverifikasi lebih lanjut.

Selain itu, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat yang keberatan terhadap hasil verifikasi data yang telah diumumkan. Warga dapat mengajukan sanggahan dengan mengisi formulir keberatan yang tersedia, kemudian menyerahkannya melalui geuchik untuk disampaikan kepada pihak kecamatan.

Pendataan kali ini juga memberi perhatian pada sejumlah kategori khusus, di antaranya rumah dengan kondisi rusak berat, hunian tetap yang ditempati lebih dari empat jiwa, serta warga dengan status KK gantung yang telah tercatat sebelum terjadinya bencana banjir.

Bupati yang akrab disapa Ayah Wa itu mengimbau masyarakat agar saling membantu dalam proses verifikasi data tersebut.

“Saya menghimbau seluruh warga untuk saling membantu dalam proses verifikasi ini. Pastikan tidak ada warga kita yang tertinggal atau tidak terdata agar bantuan dapat tersalurkan dengan merata,” ujar Ismail A. Jalil dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026).

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan pascabanjir sekaligus memastikan data penerima bantuan sosial benar-benar akurat dan tepat sasaran.[Mnw]