Habanusantara.net — Pembangunan rumah hunian sementara (Huntara) di Desa Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, yang sempat viral di media sosial, dipastikan kembali dilanjutkan. Pihak perusahaan pelaksana menegaskan proyek tersebut tidak dihentikan dan tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak banjir.
Sebelumnya, informasi yang beredar luas di media sosial memicu kegaduhan di tengah publik dan menjadi perhatian pemerintah setempat. Menyikapi hal tersebut, pihak perusahaan langsung menurunkan kembali para pekerja untuk melanjutkan pembangunan Huntara agar dapat segera dihuni, ditargetkan sebelum bulan Ramadhan.
Tim pelaksana kegiatan, Prasetyo, saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 7 Februari 2026, menjelaskan bahwa pihaknya bersama unsur terkait berkomitmen melanjutkan pembangunan Huntara sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Desa Alue Krak Kaye. Meski demikian, proses pengerjaan dilakukan secara bertahap mengingat jumlah unit Huntara yang dibangun tidak sedikit.
“Kami mengupayakan sebelum bulan Ramadhan masyarakat sudah bisa menempati Huntara ini. Namun proses pengerjaan masih berjalan karena yang dikerjakan bukan satu atau dua unit, melainkan cukup banyak,” ujar Prasetyo.
Ia juga menyampaikan tanggung jawab atas persoalan yang sempat mencuat ke publik. Menurutnya, viralnya proyek Huntara tersebut disebabkan adanya kesalahan teknis di lapangan. Meski demikian, Prasetyo menegaskan bahwa proyek pembangunan tidak dihentikan dan tetap berlanjut.
“Ini menjadi tanggung jawab kami. Ada kendala teknis di lapangan yang kemudian menimbulkan kesalahpahaman dan menjadi viral. Namun yang pasti, pembangunan Huntara tetap dilanjutkan agar masyarakat terdampak banjir bisa segera menempatinya sebelum Ramadhan,” pungkasnya.[mnw]koj





