Habanusantara.net – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh agar mempercepat proses pengajuan dokumen pencairan gaji aparatur gampong.
Menurutnya, percepatan administrasi tersebut penting agar hak-hak aparatur gampong dapat segera diterima, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Menjelang Lebaran, kebutuhan masyarakat tentu meningkat. Jika gaji aparatur gampong bisa segera dicairkan, itu akan sangat membantu sekaligus mendorong perputaran ekonomi warga di tingkat gampong,” ujar Ismawardi, Senin (23/2/2026).
Baca juga : Jelang Lebaran, Ismawardi Minta Pemko Belanja APBK 2026 Demi Perputaran Ekonomi Rakyat
Ia menilai, aparatur gampong memiliki peran strategis dalam pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah. Karena itu, kesejahteraan mereka perlu menjadi perhatian, termasuk memastikan proses administrasi penggajian tidak berlarut-larut.
Ismawardi juga menyoroti kemungkinan adanya kendala administrasi di tingkat gampong yang memperlambat proses pengajuan. Ia meminta DPMG tidak hanya menunggu berkas masuk, tetapi aktif melakukan advokasi dan pendampingan kepada aparatur gampong yang masih mengalami kesulitan dalam melengkapi dokumen.
“Kalau ada kendala administrasi di gampong, saya harap DPMG bisa turun melakukan advokasi dan pendampingan. Jangan sampai keterlambatan hanya karena persoalan teknis,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong agar DPMG berkoordinasi dengan para camat di masing-masing kecamatan guna memastikan proses verifikasi dan rekomendasi berjalan cepat dan tepat.
“Koordinasi dengan camat juga penting supaya tidak ada hambatan di lapangan. Semua harus bergerak bersama agar hak aparatur gampong bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Ismawardi menegaskan, pencairan gaji yang tepat waktu tidak hanya menyangkut hak pegawai, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi lokal. Uang yang beredar di tingkat gampong, kata dia, akan menggerakkan sektor perdagangan kecil, warung, hingga pelaku UMKM.
“Ketika penghasilan mereka cair, belanja kebutuhan pokok meningkat. Ini akan membantu ekonomi masyarakat secara luas, apalagi di momentum Ramadan seperti sekarang,” tutupnya.[***]





