Habanusantara.net — Alat rontgen (foto sinar-X) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa, Kota Banda Aceh, dilaporkan telah rusak selama tujuh bulan dan hingga kini belum juga diperbaiki.
Sejak kerusakan terjadi, pasien yang membutuhkan pemeriksaan rontgen terpaksa dialihkan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak.
Bahkan, sejumlah pasien harus dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit tujuan hanya untuk menjalani pemeriksaan foto sinar-X.
Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele.
Kerusakan yang berlangsung sejak tahun lalu hingga kini dinilai bentuk kelalaian manajemen rumah sakit dalam menangani fasilitas vital pelayanan.
Alat penunjang medis yang bersifat vital tidak difungsikan tentu membuat pelayanan kesehatan di RSUD Meuraxa terganggu.
“jika dibiarkan berlarut, kerugian tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga oleh pihak rumah sakit sendiri,” kata Ismawardi
Kalau pasien yang butuh foto X-ray harus dibawa ambulans ke rumah sakit lain, ini jelas menambah biaya operasional dan membuang waktu petugas.
Ia menegaskan, dari sisi pasien kondisi ini sangat merugikan dan berpotensi membahayakan.
Pasien yang seharusnya mendapatkan penanganan cepat di dalam ruang perawatan justru harus dipindahkan ke fasilitas kesehatan lain hanya untuk pemeriksaan penunjang.
“Pasien yang dalam kondisi tertentu seharusnya tidak perlu keluar dari ruang perawatan. Ini bisa berisiko terhadap keselamatan mereka,” katanya.
Ismawardi juga menilai persoalan tersebut terkesan diabaikan oleh manajemen RSUD Meuraxa, termasuk oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur.
Padahal, keberadaan alat rontgen merupakan kebutuhan mendasar dalam pelayanan medis rumah sakit.
“Kondisi ini tidak boleh dianggap angin lalu. Ini menyangkut pelayanan publik dan keselamatan pasien,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta Wali Kota Banda Aceh untuk segera melakukan evaluasi terhadap Plt Direktur RSUD Meuraxa yang dinilai tidak profesional dalam menangani persoalan yang bersifat mendesak.
“Kami meminta Wali Kota segera mengevaluasi kinerja Plt Direktur. Hal-hal yang sangat urgent seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” pungkas Ismawardi.[*]





