Habanusantara.net | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Aceh telah merampungkan penanganan darurat akses jalan dari gerbang Celala menuju Kabupaten Aceh Tengah.
Jalur strategis tersebut kini kembali fungsional dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan muatan terbatas.
Pemulihan akses ini menjadi kabar penting bagi masyarakat, mengingat ruas jalan tersebut merupakan salah satu penghubung utama antara wilayah lintas tengah dan lintas barat Aceh, khususnya menghubungkan Takengon di Aceh Tengah dengan Kabupaten Nagan Raya.
Sebelumnya, jalur ini sempat terputus akibat kerusakan infrastruktur parah yang dipicu bencana alam.
Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi Aceh, Akbar Hikmi, menjelaskan bahwa BPJN Aceh telah memulai mobilisasi alat berat sejak 28 November 2025 untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak. Fokus utama penanganan diarahkan pada Jembatan Beutong Ateuh yang mengalami kerusakan berat, terutama pada bagian oprit.
“Kerusakan pada oprit jembatan menyebabkan terputusnya badan jalan sepanjang kurang lebih 350 meter. Kondisi ini sempat menghentikan total arus lalu lintas dan distribusi logistik di kawasan tersebut,” kata Akbar kepada media, Jumat (26/12/2025).
Menurut Akbar, Kementerian PU segera mengambil langkah cepat dan terukur agar konektivitas wilayah tidak berlarut-larut terputus.
Selain perbaikan badan jalan, penanganan juga mencakup pemasangan jembatan darurat Bailey sebagai solusi sementara agar arus transportasi dapat segera dipulihkan.
“Kami memasang jembatan Bailey dengan bentang sepanjang 30 meter. Hingga saat ini, progres pemasangan terus dikebut dan ditargetkan selesai pada 30 Desember 2025,” ujarnya.
Tidak hanya itu, tim gabungan BPJN Aceh dan Satker PJN Wilayah II juga melakukan pembersihan material longsor yang menutup badan jalan.
Tercatat, terdapat 32 titik longsoran di sepanjang ruas tersebut yang harus ditangani secara bertahap menggunakan alat berat. Selain pembersihan, dilakukan pula relokasi pada dua titik badan jalan yang mengalami putus total akibat pergerakan tanah.
“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan jalur transportasi tidak hanya bisa dilewati, tetapi juga aman bagi pengguna jalan,” tambah Akbar.
Setelah rampungnya sejumlah pekerjaan tersebut, ruas jalan yang berada di bawah kewenangan Satker PJN Wilayah II Provinsi Aceh kini telah kembali terbuka. Kendaraan dari arah Takengon dapat melintas melalui gerbang Celala menuju Nagan Raya, begitu pula sebaliknya.
“Secara keseluruhan, ruas jalan dari Nagan Raya menuju Aceh Tengah sudah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, meski dengan pembatasan muatan demi menjaga keselamatan,” pungkasnya,(Adv).




















