Ekbis

Bitcoin Anjlok ke Rp1,87 Miliar, Pasar Kripto Indonesia Bergejolak!

×

Bitcoin Anjlok ke Rp1,87 Miliar, Pasar Kripto Indonesia Bergejolak!

Sebarkan artikel ini
Nilai tukar Bitcoin terhadap Rupiah (BTC/IDR) kembali mengalami koreksi tajam pada Sabtu sore (11/10/2025). Foto: Ilustrasi - google

Habanusantara.net – Nilai tukar Bitcoin terhadap Rupiah (BTC/IDR) kembali mengalami koreksi tajam pada Sabtu sore (11/10/2025), setelah sempat menyentuh level tertinggi di Rp2,03 miliar per koin.

Berdasarkan data yang dilihat media ini di pasar kripto, harga Bitcoin hari ini anjlok hingga Rp1.881.343.000 atau turun 6,67% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan signifikan ini membuat pasar kripto Indonesia bergejolak. Volume transaksi harian tercatat mencapai Rp290,26 miliar, dengan pergerakan Bitcoin di rentang Rp1,87 miliar hingga Rp2,03 miliar.

Dari grafik pergerakan, tampak tren bearish kuat dengan formasi candle merah beruntun. Aksi jual besar-besaran mulai terjadi sejak Jumat malam dan berlanjut hingga Sabtu siang, memaksa harga Bitcoin menembus level support penting di Rp1,9 miliar.

Analis kripto memperkirakan tekanan jual ini disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk penguatan dolar AS dan kekhawatiran investor terhadap kebijakan suku bunga global yang belum menunjukkan pelonggaran signifikan.

“Pasar sedang dalam fase koreksi setelah reli panjang di kuartal ketiga. Level Rp1,87 miliar menjadi area kritis yang menentukan apakah Bitcoin akan rebound atau terus melemah,” ujar seorang analis aset digital.

Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai penurunan ini sebagai peluang akumulasi jangka panjang. Sejumlah trader juga memantau potensi pantulan harga (technical rebound) bila volume beli meningkat pada kisaran Rp1,85 hingga Rp 1,88 miliar.

Editor: Redaksi

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Ekbis

Habanusantara.net – Ancaman lonjakan kemiskinan kembali membayangi Aceh. Serangkaian bencana alam yang melanda wilayah ini pada akhir November 2025 dinilai berpotensi memukul perekonomian masyarakat secara serius dan berisiko mendorong angka…

close