Bener MeriahHeadline

Status Gunung Api  Burni Telong Turun Level Normal

×

Status Gunung Api  Burni Telong Turun Level Normal

Sebarkan artikel ini
Gunung Api Burni Telong [Foto/Gona]
Gunung Api Burni Telong [Foto/Gona]

Habanusantara.Net – Gunung api Burni Telong yang bertipe strato dengan ketinggian puncak 2.624 meter di permukaan laut (dpl) yang terletak di Kabupaten Bener Meriah sempat naik ke level II waspada dari level I normal sejak 2 Agustus 2025 hingga 7 September 2025.

Warga pun dilarang mendekati kawah Berni Telong dalam radius 1,5 kilometer dan tidak berada di daerah fumarola dan salfatara pada cuaca mendung dan hujan.

Naiknya status gunung Api Burni Telong itu berkaitan dengan peningkatan Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan Gempa Vulkanik Dangkal (VB).

Berdasarkan pengamatan kegempaan pada bulan Agustus 2025 menunjukkan terjadi peningkatan Gempa
VA pada tanggal 12 – 13 Agustus 2025 mencapai 30 kali Gempa VA, serta tanggal 21 – 22 Agustus 2025 yang mencapai 24 kali Gempa VA.

Namun peningkatan tersebut hingga tidak diikuti oleh peningkatan Gempa Vulkanik Dangkal (VB). Pada tanggal 1 – 7 September 2025 kegempaan Burni Telong teramati mengalami penurunan dan hanya terekam 6 kali Gempa VA.

“Pengamatan visual menunjukkan aktivitas kawah yang tergolong rendah dimana
hembusan asap kawah tidak teramati. Hal ini mengindikasikan terjadi penurunan tekanan dan aktivitas magma tidak menerus ke permukaan sehingga tidak terjadi pelepasan gas atau
peningkatan suhu kawah,” kata Ketua PVMBG Pos Pematau Burni Telong, Ihsan Nova Abadi, Selasa (9/9/2025).

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental tersebut, kata Ihsan maka tingkat aktivitas gunung api  Burnii Telong diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) terhitung sejak
tanggal 8 September 2025 pukul 09. 00 WIB.

“Atas penurunan status tersebut, kami rekomendasi kepada masyarakat dan
pengunjung/pendaki tidak bermalam di area kawah serta tidak berada di daerah fumarola/ solfatara pada saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas dapat membahayakan
kehidupan,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar dalam konfrensi pers mengatakan, meski status gunung api Burni Telong sudah kembali normal, namun masyarakat tetap waspada.

“Kita bersyukur status gunung api Burni Telong turun dari level II waspada ke level I normal. Pun demikian, warga maupun wisatawan untuk sementara waktu dilarang bermalam di sekitar kawasan Burni Telong,”pinta Tagore.[]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net- Universitas Syiah Kuala (USK) membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Aceh. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dan keluarga…

close