Habanusantara.net – Ribuan warga menyerbu titik pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Polri yang digelar Satbrimob Polda Aceh, Sabtu (30/8/2025).
Sebanyak 19 ton beras murah disebar ke berbagai daerah dan langsung ludes dalam hitungan jam.
Antrean panjang mengular sejak pagi, menunjukkan betapa beras murah masih jadi kebutuhan utama di tengah harga pasar yang kian melambung.
Aksi ini digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Satbrimob Polda Aceh memilih cara berbeda untuk merayakannya: bukan sekadar upacara atau seremoni, tapi hadir langsung dengan solusi nyata.
Membantu rakyat lewat distribusi pangan murah yang bisa sedikit melegakan dompet keluarga kecil di tengah kondisi ekonomi yang serba berat.
Komandan Satbrimob Polda Aceh, Kombes Pol Zuhdi Batubara, turun langsung memimpin jalannya kegiatan. Dengan koordinasi ketat, jajaran Brimob menyalurkan beras ke sejumlah titik.
Rinciannya, Desa Ladong Aceh Besar dapat 6 ton, Lembah Seulawah 3 ton, Pasar Cunda Lhokseumawe dan Buloh Blang Ara 3 ton, Blang Panjang Aceh Utara 2 ton, serta Nagan Raya 5 ton. Total 19 ton beras pun berpindah tangan ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Di lapangan, suasana riuh tapi tertib. Ada yang datang sejak subuh demi dapat antrean awal.
Ada pula bapak-bapak yang rela libur kerja sehari demi bisa pulang dengan karung beras di tangan.
“Alhamdulillah sangat terbantu, apalagi harga beras sekarang makin tinggi,” kata seorang warga sambil tersenyum lega. Cerita serupa bergema di setiap lokasi kegiatan, memperlihatkan betapa program ini tepat sasaran.
Kombes Pol Zuhdi menegaskan, Brimob hadir bukan cuma untuk jaga keamanan, tapi juga ikut merasakan denyut kesulitan masyarakat.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin meringankan beban keluarga kurang mampu serta mempererat hubungan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
Pesan sederhana itu sekaligus jadi penegasan bahwa Polri ingin benar-benar dekat dengan rakyat, bukan hanya hadir ketika ada masalah.
Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Para pejabat, muspika, hingga perangkat gampong ikut turun tangan. Mereka memastikan distribusi berjalan tertib tanpa gesekan.[]




















