News

Peningkatan Jalan Marek–Pasi Jambu Berlanjut, Akses Antar Desa dan Jalur Evakuasi Diperkuat

×

Peningkatan Jalan Marek–Pasi Jambu Berlanjut, Akses Antar Desa dan Jalur Evakuasi Diperkuat

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur jalan yang menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan pedalaman. Salah satu program yang kembali dilanjutkan tahun ini adalah peningkatan ruas jalan penghubung antara Desa Marek dan Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI.

Pekerjaan peningkatan jalan tersebut tidak hanya bertujuan membuka akses antar desa, tetapi juga menjadi bagian dari jalur mitigasi bencana yang vital bagi warga setempat, mengingat kawasan ini cukup rawan terhadap gangguan akses saat terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menyampaikan bahwa pekerjaan peningkatan jalan Marek – Pasi Jambu dilakukan secara bertahap sejak tahun 2024 dengan total panjang jalan yang direncanakan mencapai 3,17 kilometer.

“Pada tahap awal tahun 2024 lalu, kita telah mengaspal sepanjang 200 meter. Alhamdulillah, tahun ini pengerjaannya kembali dilanjutkan dengan tambahan sepanjang 350 meter. Jalan ini dibangun dengan lebar empat meter dan ditambah bahu jalan selebar satu meter di kedua sisi,” ujar Beni, saat ditemui di sela-sela peninjauan proyek, Selasa (24/6/2025).

Beni menjelaskan, proyek lanjutan pengaspalan jalan tersebut dikerjakan oleh rekanan pelaksana CV Rahmad dengan dukungan anggaran sebesar Rp 932.378.000. Dana pembangunan bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2025, yang memang diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor prioritas termasuk pembangunan infrastruktur desa.

“Dana DOKA ini sangat penting dalam mendukung program-program peningkatan jalan di wilayah yang selama ini kurang tersentuh. Jalan Marek–Pasi Jambu adalah contoh nyata bagaimana dana otonomi khusus digunakan secara tepat guna dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa ruas jalan yang sedang ditingkatkan ini memiliki peranan strategis dalam menghubungkan sejumlah desa lain di Kecamatan Kaway XVI. Selain menghubungkan Marek dan Pasi Jambu, jalan ini juga menjadi jalur alternatif yang mengarah ke jalan Provinsi Meulaboh–Tutut, yang merupakan salah satu arteri penting di wilayah barat Aceh.

“Jalur ini bukan hanya membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, tapi juga sangat penting untuk penanganan darurat bila sewaktu-waktu terjadi bencana. Dengan adanya jalan yang representatif, mobilitas tim tanggap darurat dan evakuasi warga dapat dilakukan dengan lebih cepat dan aman,” tutur Beni.

Meski demikian, pihaknya menyadari bahwa pekerjaan pengaspalan jalan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat yang melintas di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, ia memohon maaf kepada warga atas gangguan yang mungkin ditimbulkan selama proses pekerjaan berlangsung.

“Kami sangat memahami bahwa pembangunan ini bisa mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Namun kami juga berharap masyarakat bisa bersabar dan berhati-hati saat melewati area proyek. Insya Allah, setelah pekerjaan rampung, hasilnya akan dirasakan bersama dalam jangka panjang,” ucap Beni.

Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat sudah terlihat bekerja di sepanjang ruas jalan yang sedang dalam tahap pengaspalan. Beberapa pekerja juga tampak tengah melakukan pembersihan dan perataan permukaan jalan sebelum proses pengecoran lapisan dasar dilanjutkan ke tahap pengaspalan akhir.

Sementara itu, masyarakat setempat menyambut baik kelanjutan proyek ini. Salah satu tokoh masyarakat Desa Marek, Tarmizi, mengatakan bahwa warga telah lama menantikan peningkatan jalan tersebut, karena sebelumnya kondisi jalan sangat memprihatinkan terutama di musim hujan.

“Dulu kalau musim hujan, jalan ini becek dan berlumpur, sangat sulit dilewati motor apalagi mobil. Sekarang setelah ada pengaspalan, perjalanan jadi lebih lancar. Anak-anak sekolah juga bisa berangkat tanpa harus takut tergelincir,” ujar Tarmizi.

Ia juga berharap agar pembangunan jalan ini terus dilanjutkan hingga seluruh ruas sepanjang 3,17 kilometer selesai dibangun. Menurutnya, infrastruktur jalan yang layak bukan hanya mempercepat waktu tempuh, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan warga di sektor ekonomi dan sosial.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Dinas PUPR yang sudah mengupayakan ini. Harapan kami, tahun-tahun ke depan pembangunan ini tetap dilanjutkan sampai tuntas,” tutupnya.

Pembangunan infrastruktur jalan seperti Marek–Pasi Jambu menjadi simbol nyata bagaimana program pembangunan daerah berjalan sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, rekanan pelaksana, dan masyarakat, akses antarwilayah di pedalaman Aceh Barat pun perlahan tapi pasti mulai terbuka dan memberikan harapan baru bagi kemajuan desa-desa terpencil.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
News

Habanusantara.net – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh, serahkan bantuan untuk korban banjir di Gampong Blang Cut, Meurah Dua, Pidie Jaya. Bantuan yang berasal dari anggota JMSI Aceh dan sejumlah…

close