BITHE.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat bergerak cepat menindaklanjuti persoalan pendangkalan yang terjadi di Muara Krueng Cangkoi, Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan. Penanganan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi hambatan aktivitas nelayan yang selama ini terkendala akibat dangkalnya muara tersebut.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi, mengungkapkan bahwa rencana penanganan pendangkalan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Aceh Barat, H. Tarmizi, yang meminta dinas teknis segera merespons kondisi tersebut dengan cepat dan terukur.
“Bupati telah memberikan arahan agar persoalan pendangkalan ini segera ditangani, mengingat keluhan masyarakat—khususnya para nelayan—yang kian hari semakin sulit melaut karena akses keluar masuk perahu terganggu. Kita telah menyusun rencana dan saat ini sedang dalam tahap finalisasi,” ujar Kurdi kepada media, Kamis (26/6/2025).
Menurut Kurdi, berdasarkan hasil survei lapangan serta koordinasi teknis yang telah dilakukan oleh tim dari Dinas PUPR, penanganan pendangkalan di muara tersebut akan dilakukan melalui proses normalisasi. Proyek ini direncanakan mencakup panjang sekitar 100 meter, dengan lebar penanganan mencapai 50 meter dan kedalaman galian mencapai 2,5 meter.
“Kami sudah petakan titik-titik kritisnya. Kondisi di lapangan memang menunjukkan bahwa sedimen lumpur yang menumpuk di mulut muara menyebabkan air menjadi dangkal, sehingga sangat sulit dilalui oleh perahu nelayan, terutama saat air surut,” kata Kurdi menjelaskan.
Ia menambahkan, proses fisik di lapangan dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan Juli 2025, dengan estimasi waktu pengerjaan menyesuaikan kondisi alam dan teknis di lapangan. Kurdi menyebutkan, pelaksanaan ini sangat bergantung pada dinamika anggaran yang sedang dikelola oleh pemerintah daerah.
“Insyaallah, jika tidak ada hambatan, pelaksanaan fisik akan kita mulai pada 10 Juli. Namun tentu kami tetap melihat kesiapan administrasi dan anggaran, karena saat ini daerah sedang melakukan efisiensi dalam belanja pembangunan,” ungkapnya.
Kendati terdapat tantangan dari sisi anggaran, Kurdi memastikan bahwa komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini tidak akan surut. Menurutnya, langkah normalisasi ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada muara tersebut sebagai jalur keluar-masuk hasil tangkapan laut.
“Muara Krueng Cangkoi ini adalah urat nadi bagi aktivitas para nelayan kita di Desa Panggong dan sekitarnya. Jadi kita tidak bisa abaikan. Ini menyangkut sumber penghidupan masyarakat. Kami mohon para nelayan bersabar sebentar lagi karena pemerintah tidak tinggal diam,” ucap Kurdi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar terus menjaga ekosistem muara, termasuk tidak membuang sampah atau limbah ke sungai yang dapat mempercepat proses pendangkalan.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk masyarakat sekitar muara, agar ikut menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Karena sebaik apapun penanganan teknis yang dilakukan, kalau lingkungan tidak dijaga, maka pendangkalan akan terus berulang,” tegasnya.
Rencana normalisasi Muara Krueng Cangkoi ini diharapkan dapat memulihkan akses transportasi laut bagi nelayan, memperlancar aktivitas ekonomi, dan menekan risiko banjir akibat tertahannya aliran air saat musim hujan.
Sebelumnya, banyak nelayan setempat mengeluhkan sulitnya melaut karena kapal-kapal kecil milik mereka tidak bisa keluar masuk muara, terutama saat air laut surut. Kondisi tersebut tidak hanya menurunkan produktivitas nelayan, tetapi juga memicu kerugian ekonomi yang cukup besar di sektor perikanan tangkap.
Dengan adanya langkah konkret dari Pemkab Aceh Barat melalui Dinas PUPR ini, masyarakat berharap pekerjaan bisa segera dimulai sesuai rencana, agar aktivitas pelayaran nelayan kembali normal dan hasil tangkapan laut bisa kembali meningkat.
Pemerintah juga berjanji akan terus memantau dan mengevaluasi hasil normalisasi tersebut, serta melakukan pemeliharaan rutin agar kondisi muara tetap terjaga.




















