Daerah

PUPR Aceh Barat Tangani Jalan Amblas Akibat Banjir di Pante Ceureumen

×

PUPR Aceh Barat Tangani Jalan Amblas Akibat Banjir di Pante Ceureumen

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat mulai melakukan penanganan terhadap kerusakan infrastruktur jalan yang terjadi di Kecamatan Pante Ceureumen, tepatnya di jalur penghubung antara Desa Pulo Tengoh dan Desa Keutambang.

Jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir yang melanda kawasan itu pada pekan lalu. Arus deras sungai Krueng Meureubo yang meluap menyebabkan tebing jalan terkikis dan akhirnya ambles, sehingga mengganggu mobilitas warga antar desa.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan normalisasi aliran sungai Krueng Meureubo yang berada di antara dua desa tersebut.

“Rencananya ada dua titik lokasi yang akan kita lakukan normalisasi pada Krueng Meureubo, yaitu tepat di antara Desa Pulo Tengoh dan Keutambang,” ujar Kurdi saat ditemui di lokasi, Kamis (13/3/2025).

Kurdi mengungkapkan, selain pengerukan sungai, pihaknya juga akan mengambil langkah tambahan guna mencegah jalan kembali amblas di masa mendatang. Salah satu upaya yang direncanakan adalah pemasangan pancang batang pohon kelapa sepanjang titik rawan, yang berfungsi sebagai penahan tanah agar tidak mudah tergerus air.

“Kita akan memasang pancang batang pohon kelapa sepanjang 35 meter di lokasi yang terdampak paling parah, kemudian akan kita timbun kembali dengan material padat agar kondisi jalan bisa kembali stabil dan aman dilintasi,” jelasnya.

Penanganan jalan amblas ini telah dimulai sejak Rabu (12/3/2025) lalu. Tim PUPR bersama operator alat berat telah melakukan normalisasi sungai sepanjang 75 meter pada titik pertama. Namun, hingga Kamis siang, pengerjaan baru berhasil menyelesaikan sekitar 65 meter dari total target karena cuaca yang kurang bersahabat.

“Cuaca menjadi salah satu kendala utama di lapangan. Kemarin hujan turun cukup deras saat alat berat sedang bekerja, sehingga proses pengerukan sungai tidak bisa maksimal. Alat berat seperti eskavator kesulitan bergerak di medan berlumpur dan licin,” terang Kurdi.

Meski demikian, ia memastikan pengerjaan sisa 10 meter pada lokasi pertama akan dilanjutkan hari ini, dengan harapan cuaca mendukung dan proses berjalan lancar. Setelah itu, tim akan segera melanjutkan dengan tahap pemasangan pancang batang kelapa dan penimbunan.

Usai seluruh penanganan pada titik pertama rampung, PUPR Aceh Barat akan bergerak ke titik kedua yang juga berada di sepanjang aliran Krueng Meureubo. Pada lokasi kedua ini, normalisasi akan dilakukan sepanjang 450 meter, yang diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama mengingat panjang bentangannya dan kondisi geografis yang cukup menantang.

Kurdi menegaskan bahwa penanganan ini merupakan bagian dari respon cepat pemerintah daerah dalam menjawab keluhan masyarakat yang sempat terisolasi akibat rusaknya jalan penghubung tersebut. Selain itu, langkah ini juga sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama memasuki musim penghujan.

“Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat dua desa, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan. Oleh karena itu, kami berkomitmen melakukan penanganan secepat mungkin agar aktivitas warga bisa kembali normal,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di wilayah-wilayah yang dekat dengan aliran sungai dan daerah rawan longsor. Pihaknya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan jika ditemukan titik-titik rawan baru di sepanjang jalur tersebut.

Penanganan yang dilakukan Dinas PUPR ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Menurut Fauzan, salah satu tokoh masyarakat Desa Keutambang, langkah cepat pemerintah sangat membantu warga yang sempat kesulitan beraktivitas pasca banjir.

“Kami sangat bersyukur pihak PUPR langsung turun ke lapangan. Jalan ini sangat penting bagi kami. Kalau putus, anak-anak sekolah tidak bisa berangkat, dan warga kesulitan ke kebun atau ke pasar,” ujarnya.

Diharapkan, seluruh proses penanganan jalan amblas di Kecamatan Pante Ceureumen ini bisa selesai dalam beberapa pekan ke depan, sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan aman.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Daerah

Sigli. Habanusantara.net Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan personel selama pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK didampingi Wakapolres Pidie, para Pejabat Utama Polres Pidie, serta Ketua…

Daerah

Sigli. Habanusantara.net Kepolisian Resor (Polres) Pidie terus menunjukkan komitmennya dalam melayani dan membantu masyarakat. Senin (29/12/2025). Polres Pidie melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih di Masjid Alue Batee, Kemukiman Alue Batee,…

close