Haba Nusantara.net, Menjelang Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1446 H, Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, kembali menyalurkan santunan bulanan kepada 15 anak yatim.
Setiap anak menerima bantuan sebesar Rp300 ribu yang rutin diberikan setiap bulan sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat setempat.
Santunan tersebut bersumber dari sumbangan warga Gampong Surien yang dikumpulkan melalui Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Babunnajah, serta dari donatur tetap Tgk Tarnuman MT, SE, yang juga merupakan anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi PKS.
Aksi ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi telah berjalan secara konsisten setiap bulan sebagai bentuk perhatian terhadap masa depan anak-anak yatim di lingkungan gampong.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua warga Gampong Surien yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Terutama juga kepada Tgk Tarnuman yang secara rutin menyumbang setiap bulan,” ujar Keuchik Gampong Surien, Afdhal ST, melalui Ketua BKM Masjid Babunnajah, Ustaz Sumalana.

Acara penyaluran santunan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, seperti Ketua Peduli Anak Yatim (PAY) Banda Aceh, Ustaz Arifin, pengurus Masjid Babunnajah, mantan anggota DPRK Aceh Besar Abi Hanif, Bendahara BKM Ustaz Irwan Saputra, serta perwakilan dari PAY, Sukardi.
Ketua Baitulmal Gampong Surien, H. M. Nazar Hanafiah, juga menyampaikan rasa syukurnya atas antusias warga yang terus peduli terhadap anak-anak yatim.
“Anak yatim senang, gampong berkah. Ini bukan sekadar bantuan materi, tapi wujud nyata cinta dan kebersamaan kita,” katanya.
Ia menambahkan bahwa semangat kepedulian ini juga selaras dengan nilai-nilai syariat Islam yang terus diperjuangkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, termasuk dukungan dari Wali Kota Ibu Illiza yang dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap anak yatim, kaum dhuafa, dan penguatan syariah Islam di Kota Banda Aceh.
Warga Gampong Surien pun menyambut baik program ini. Mereka menyadari bahwa perhatian kepada anak yatim bukan hanya amanah agama, tetapi juga investasi sosial untuk menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan kebersamaan.[]




















