Habanusantara.net – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Meulaboh terus melakukan peningkatan layanan kepada masyarakat dalam rangka memudahkan pembayaran tagihan air.
Salah satu gebrakan terkini adalah penambahan kanal pembayaran digital, sehingga pelanggan kini bisa membayar secara mandiri tanpa harus antre di kantor layanan.
PPOB dan Aplikasi Digital sebagai Inovasi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Kurdi—yang juga memimpin tim pengawasan Perumdam Tirta Meulaboh—menyampaikan bahwa Perumdam kini menyediakan fasilitas pembayaran melalui Point Online Payment Bank (PPOB). Sistem ini memungkinkan pelanggan langsung membayar tagihan via aplikasi perbankan, e‑wallet, maupun gerai ritel modern.
“Saat ini pembayaran tagihan air sudah bisa dilakukan secara online, tersedia 22 kanal pembayaran yang bisa digunakan secara mandiri, baik melalui online banking, e‑wallet, maupun gerai ritel modern,” ujar Kurdi pada Sabtu, 26 April 2025.
Daftar kanal pembayaran digital meliputi berbagai opsi populer, mulai dari e‑wallet hingga bank digital dan retail modern. Berikut pilihan kanal lengkap yang dapat digunakan oleh pelanggan yakni Dana, BRIVA, Shopee, Tokopedia, Alfamart, Alfamidi BTN, Bank Mega. Bank Sinarmas, Gojek, Indomaret, LinkAja, Bank Maybank, PAMNAS VA Mandiri, PAMNAS VA Permata, PAMNAS VA BTN, Bukalapak, PAMNAS VA BSI, BTN Syariah, Bank Muamalat Indonesia dan Blibli.
Langkah-langkah Pembayaran Digital
Menurut Kurdi, langkah pembayaran secara daring sangat mudah dan akan sangat mempermudah pelanggan. Bagi pengguna aplikasi bank atau e‑wallet, cukup buka menu “Tagihan” atau “Bayar”, pilih PDAM Tirta Meulaboh, lalu masukkan nomor rekening atau ID pelanggan. Setelah itu sistem akan menampilkan jumlah tagihan secara otomatis.
“Tagihan akan muncul langsung setelah input nomor rekening, dan langkah selanjutnya hanya tinggal konfirmasi dan bayar,” jelasnya.
Untuk pelanggan yang lebih nyaman memanfaatkan jalur gerai swalayan seperti Alfamart, Indomaret, atau Alfamidi, Kurdi menjelaskan prosesnya juga tidak rumit.
Anda cukup menyebutkan nomor ID atau membawa struk rekening tagihan air, dan petugas akan mengetikkan data tersebut ke sistem PPOB. Setelah itu jumlah tagihan akan ditampilkan secara otomatis, dan pembayaran dapat dilakukan di kasir.
“Tidak perlu membayar langsung ke loket Perumdam, cukup di swalayan terdekat,” tambah Kurdi.
Bebas Antre, Banyak Pilihan Bayar
Adanya banyak kanal pembayaran digital ini membawa sejumlah keuntungan nyata. Pertama, pelanggan tidak perlu lagi antre di loket kantor Perumdam yang selama ini menjadi satu-satunya pilihan pembayaran tatap muka. Dengan cara ini, waktu tunggu dapat diminimalkan, bahkan hilang.
Kedua, fleksibilitas tinggi bagi pengguna, karena mereka bisa memilih kanal yang paling sesuai dengan preferensi dan kebiasaan masing-masing—apakah bayar lewat aplikasi, e‑wallet, atau lewat gerai ritel. Ketiga, jangkauan pelayanan menjadi lebih luas dan bisa diakses hingga ke daerah pinggiran, karena gerai seperti Alfamart, Indomaret, dan Alfamidi sudah tersebar merata.
Bagaimana Dengan Layanan Alternatif?
Kurdi menambahkan, perusahaan juga terus mengevaluasi efektivitas masing-masing kanal dan kesiapan sistem keamanan.
“Kami akan memastikan tidak ada kendala teknis saat pelanggan melakukan pembayaran,” ujarnya. Tim teknis pun siap menerima laporan bila terjadi kesalahan input atau data pelanggan tidak muncul secara otomatis.
Ia juga menyampaikan harapan bahwa forse customer service PDAM akan mendorong edukasi kepada pelanggan. Lewat sosialisasi online dan offline, warga diharapkan semakin paham langkah menggunakan layanan digital ini.
“Bagi pelanggan yang baru pertama kali menggunakan online banking atau e‑wallet, kami akan terus lakukan pendampingan dan tutorial sederhana,” kata Kurdi.
Tantangan Distribusi dan Solusi ke Depan
Meski pekembangan inovasi ini sangat positif, ada tantangan yang juga harus diantisipasi.
Kurdi menyoroti potensi kendala pada pelayanan bagi masyarakat yang belum familiar dengan perangkat digital, atau yang tinggal di daerah tanpa koneksi internet stabil.
Oleh karena itu, pihak Perumdam berencana menambah titik layanan atau standby assistance di kantornya, bahkan memanfaatkan petugas keliling untuk membantu pelanggan.
Selain itu, Perumdam Tirta Meulaboh juga tengah menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan bank lokal dan perusahaan fintech. Tujuannya: memperkaya kanal pembayaran dan menambah metode seperti auto-debit, QRIS lokal, dan layanan mobile van yang dapat mengakomodasi pelanggan di desa terpencil.
Masyarakat Merespons Positif
Meski baru diluncurkan, beberapa pelanggan sudah merasakan kemudahan ini. Satu warga mengaku bahwa sebelumnya harus bangun malam untuk membayar langsung hanya agar antre di kantor PDAM.
“Sekarang cukup di aplikasi atau ke Alfamart, langsung selesai. Ringan sekali,” ucapnya.
Ini membuktikan inovasi digital berdampak langsung ke keseharian masyarakat.
Dengan penambahan 22 kanal pembayaran digital, Perumdam Tirta Meulaboh menegaskan komitmennya untuk memberi pelayanan prima, efisien, dan ramah bagi semua pelanggan.
Langkah ini tidak hanya mengurangi antre, tapi juga meningkatkan inklusi digital masyarakat, sementara tim pengawasan dan edukasi PDAM terus hadir untuk memastikan seluruh pelanggan dapat merasakan manfaat inovasi ini.
Ke depan, kolaborasi strategis dengan perbankan, fintech, dan pemerintah daerah menjadi kunci memperluas jangkauan layanan demi kesejahteraan masyarakat Aceh Barat.




















