BITHE.co – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat tengah melakukan perbaikan terhadap sejumlah titik kerusakan di jalan lintas Meulaboh – Tutut. Perbaikan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kondisi jalan yang rusak.
Kepala Bidang (Kabid) Jalan PUPR Aceh Barat, Benny Hardi, menjelaskan bahwa ruas jalan yang diperbaiki merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh. “Perbaikan yang kami lakukan adalah dengan metode patching, yakni menambal bagian-bagian jalan yang berlubang atau mengalami kerusakan. Fokus perbaikan kali ini adalah ruas jalan dari Desa Putim, Kecamatan Kaway XVI, hingga Simpang Kisaran di Kecamatan Johan Pahlawan,” ujar Benny saat ditemui, Senin (14/4/2025).
Menurut Benny, perbaikan jalan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP. Selain itu, langkah ini juga merupakan respons atas keluhan masyarakat pengguna jalan yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Kami sangat memahami keresahan masyarakat. Oleh karena itu, kami segera melakukan perbaikan agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman,” tambah Benny.
Pentingnya Jalan Lintas Meulaboh – Tutut
Jalan lintas Meulaboh – Tutut bukan hanya menjadi akses utama bagi masyarakat Aceh Barat, melainkan juga sebagai penghubung penting menuju Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Kondisi jalan yang baik tentu sangat vital untuk kelancaran transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kerusakan jalan yang terjadi selama ini sangat menghambat mobilitas warga, terutama bagi kendaraan besar dan angkutan umum.
“Jalan ini adalah urat nadi transportasi antar kabupaten. Jika jalan ini rusak dan berlubang, maka tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, perbaikan ini menjadi prioritas kami,” jelas Benny.
Metode Perbaikan Jalan yang Dilakukan
PUPR Aceh Barat melakukan perbaikan dengan metode patching, yaitu menambal bagian-bagian yang berlubang menggunakan campuran semen dan beton. Cara ini dianggap efektif dan cepat untuk mengatasi kerusakan yang sudah cukup parah, sehingga jalan bisa segera difungsikan kembali dengan baik.
“Karena kondisi jalan yang berlubang cukup banyak, kami fokus dulu pada penambalan sementara. Setelah itu, akan ada penanganan lanjutan sesuai anggaran dan rencana kerja ke depan,” kata Benny.
Perbaikan Jalan Lain di Aceh Barat
Selain ruas Meulaboh – Tutut, Dinas PUPR Aceh Barat juga mendapat arahan untuk memperbaiki ruas jalan provinsi lain yang memerlukan perhatian khusus. Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalur Samatiga-Woyla, khususnya di kawasan Ateung Teupat yang dikenal sebagai titik rawan banjir.
“Kami sudah mendapatkan instruksi dari Bupati untuk segera menindaklanjuti perbaikan di wilayah tersebut, terutama titik yang sering tergenang air saat musim hujan,” ungkap Benny.
Perbaikan jalan di titik-titik rawan banjir ini diharapkan bisa mengurangi dampak buruk yang sering dialami pengguna jalan saat melewati kawasan tersebut. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan keselamatan dan kenyamanan para pengendara dapat meningkat secara signifikan.
Dukungan dan Harapan dari Pemerintah dan Masyarakat
Benny mengungkapkan bahwa dukungan dari Pemerintah Daerah Aceh Barat sangat besar, terutama dari Bupati Tarmizi SP yang terus memberikan arahan dan perhatian penuh terhadap infrastruktur jalan di wilayahnya. “Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan, karena tanpa arahan dan perhatian tersebut, perbaikan ini sulit berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat yang melintas juga berharap perbaikan jalan ini dapat berjalan lancar dan menyeluruh. Mereka menyampaikan terima kasih atas upaya yang dilakukan PUPR Aceh Barat. “Jalan yang rusak sangat membahayakan, apalagi saat hujan. Kami berharap jalan bisa diperbaiki secara tuntas agar tidak lagi membahayakan pengendara,” ujar salah seorang warga Desa Putim yang kerap melintasi jalan tersebut.
Perbaikan jalan lintas Meulaboh – Tutut oleh Dinas PUPR Aceh Barat merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Dengan metode patching sementara, kerusakan dapat segera diatasi sehingga risiko kecelakaan bisa diminimalisir. Selain itu, perhatian terhadap titik rawan banjir di jalur lain menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, diharapkan perbaikan ini tidak hanya bersifat sementara, melainkan ada perencanaan dan pelaksanaan yang berkelanjutan agar seluruh ruas jalan di Aceh Barat dapat menjadi lebih baik dan mendukung aktivitas masyarakat secara optimal.




















