Habanusantara.net, Seorang warga nekat menghamburkan sampah ke tengah jalan karena kesal tanah miliknya dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Aksi yang dilakukan oleh pemilik lahan ini langsung menarik perhatian warga setempat dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas, terlihat tumpukan sampah berserakan di tengah jalan, menghalangi lalu lintas yang sedang melintas. Beberapa pengendara pun tampak memperlambat kendaraan mereka untuk menghindari sampah yang berserakan tersebut.
Bahkan, di salah satu titik jalan, tampak adanya tumpukan sampah yang diduga sengaja dibakar, dengan asap tebal membumbung ke udara.
Aksi ini pun memicu beragam reaksi di dunia maya, banyak warganet yang menyatakan bahwa tindakan pemilik tanah tersebut wajar dilakukan mengingat kelakuan pengelola sampah yang tidak bertanggung jawab.
Peristiwa tak mengenakkan itu terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Postingan tentang insiden ini pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @lambegosiip pada Jumat, 14 Maret 2025. Dalam keterangan postingan tersebut tertulis,
“Lantaran kesal karena tanahnya dijadikan tempat pembuangan sampah, pemilik lahan di Kabupaten Bone ini hamburkan sampah tersebut ke jalan.”
Sampah yang berserakan tampaknya bukanlah sampah yang baru dibuang oleh masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari keadaan sampah yang sudah tercampur dengan tanah dan kotoran lain.
Dalam video itu, meski tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai waktu atau lokasi tepatnya kejadian tersebut, nampak jelas bahwa tumpukan sampah tersebut telah menutupi sebagian jalan.
Reaksi warganet pun sangat beragam. Sebagian besar dari mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan pemilik lahan tersebut adalah tindakan yang bisa dimaklumi. Salah seorang pengguna media sosial berkomentar, “Wajarlah ngamuk, tanah kosong milik orang dijadiin lahan buang sampah.” Sedangkan yang lainnya berpendapat, “Pasti saya juga bakal melakukan hal yang sama.”
Fenomena ini menggugah perhatian lebih, terutama dalam konteks pengelolaan sampah di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Sejumlah warga di sekitar lokasi mengatakan bahwa praktik pembuangan sampah liar sudah berlangsung cukup lama, dan pemilik tanah tersebut sudah beberapa kali melaporkan permasalahan ini ke pihak berwenang tanpa ada tindak lanjut yang jelas.
Tidak sedikit warga yang mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka mengatakan bahwa meskipun sudah ada tempat pembuangan sampah di beberapa titik, banyak orang yang lebih memilih membuang sampah di tempat-tempat yang lebih mudah dijangkau, termasuk lahan kosong milik warga.[]





