Habanusantara.net– Untuk pertama kalinya, jalur Tol Sigli – Banda Aceh akan beroperasi fungsional selama periode mudik Lebaran 2025. Ruas Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji – Seulimeum) sepanjang 23,95 km akan mulai dioperasikan fungsional pada 20 Maret hingga 10 April 2025.
Dengan adanya tol ini, perjalanan dari Banda Aceh menuju Sigli yang sebelumnya memakan waktu lebih dari dua jam, kini bisa ditempuh hanya dalam 50 menit, memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pemudik yang akan pulang kampung.
Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, dalam konferensi persnya pada Rabu (5/3/2025), menyampaikan bahwa pengoperasian ruas tol ini bertujuan untuk mendukung kelancaran arus mudik, mengingat tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
“Ruas ini rencananya akan dioperasikan secara fungsional dengan jam operasional yang disesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan berdasarkan diskresi kepolisian,” ujarnya. Selama periode tersebut, kendaraan dapat melintas dengan aman dan lancar berkat dukungan infrastruktur yang memadai.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan, Hutama Karya tidak hanya berfokus pada pembukaan tol, tetapi juga meningkatkan layanan pendukung di sepanjang ruas jalan Tol Sigli – Banda Aceh. Salah satu peningkatan yang signifikan adalah penambahan fasilitas istirahat bagi pemudik, termasuk 4 unit Rest Area Fungsional, satu unit SPBU permanen, serta 14 unit SPBU modular yang tersebar di titik-titik strategis. Selain itu, untuk mendukung kendaraan listrik, terdapat 15 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang siap melayani pemudik.
Budi Harto juga mengungkapkan bahwa Hutama Karya telah menyiapkan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pemudik. “Tersedia posko medis, bantuan darurat, serta armada siaga seperti ambulans dan mobil derek di beberapa titik sepanjang ruas tol,” tambah Budi. Hal ini menunjukkan komitmen Hutama Karya dalam memastikan perjalanan mudik Lebaran berjalan aman dan lancar.
Dalam hal teknologi, Hutama Karya mempermudah transaksi tol dengan menambah 140 unit mobile reader dan menyediakan lebih dari 32.000 kartu uang elektronik (UE) untuk meminimalisir antrian di gerbang tol. Selain itu, guna memberi insentif kepada pemudik, pihaknya akan memberikan potongan tarif tol sebesar 20% untuk beberapa ruas utama JTTS, termasuk bagian dari Tol Sigli – Banda Aceh.
Tak hanya itu, untuk pemudik yang masih harus bekerja atau melanjutkan aktivitas di tengah perjalanan, Hutama Karya juga menyiapkan co-working space di beberapa rest area. Fasilitas ini memungkinkan para pemudik untuk bekerja secara nyaman meskipun sedang dalam perjalanan, mendukung tren work from anywhere (WFA) yang semakin populer di kalangan masyarakat.
Selain memberikan kenyamanan kepada pemudik, kehadiran Tol Sigli – Banda Aceh diharapkan dapat mendorong percepatan distribusi barang di Sumatera melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan biaya logistik nasional.
“Melalui upaya ini, kami juga mendukung target pemerintah dalam mengurangi biaya logistik dan meningkatkan konektivitas antar wilayah,” kata Budi.[]














