Headline

KPA Lua Nanggroe dan KBRI Kuala Lumpur Selamatkan Gadis Aceh Korban TPPO

×

KPA Lua Nanggroe dan KBRI Kuala Lumpur Selamatkan Gadis Aceh Korban TPPO

Sebarkan artikel ini

Haba Nusantara.net– Upaya penyelamatan terhadap seorang gadis asal Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) berhasil dilakukan oleh KPA Lua Nanggroe dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Korban, seorang remaja berusia 17 tahun berinisial PAF asal Kabupaten Pidie, kini berada di bawah perlindungan penuh untuk pemulihan dan investigasi lebih lanjut.

Ketua KPA Lua Nanggroe, Teuku Emi Syamsyumi atau Abu Salam, menyatakan bahwa timnya bekerja sama dengan Dubes RI untuk Malaysia, Hermono, dalam memastikan keselamatan korban.

“Kami tidak akan tinggal diam terhadap kejahatan lintas negara ini, terutama yang menyasar anak di bawah umur. Saat ini korban sudah dalam perlindungan penuh KBRI,” kata Abu Salam pada Kamis (26/12).

Menurut Juru Bicara KPA Lua Nanggroe, Umar Hakim Ilhami, korban ditemukan dalam kondisi sehat meski masih mengalami trauma berat.

Proses pendampingan psikologis segera dilakukan sebelum wawancara lebih mendalam dengan pihak berwenang.

Kasus ini bermula ketika Ketua Umum Solidaritas Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA), Tgk BI, menerima telepon dari korban yang mengaku dikurung di sebuah hotel di Malaysia pada Selasa malam (24/12).

Informasi tersebut langsung diteruskan kepada KPA Lua Nanggroe yang bergerak cepat berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur.

Dubes Hermono memastikan pihaknya akan memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban.

“Yang terpenting, korban sudah diselamatkan. Kami akan melanjutkan proses hukum setelah kondisi korban stabil,” ujar Hermono.

Sementara itu, Abu Salam menegaskan bahwa pihaknya akan membongkar jaringan perdagangan manusia yang terlibat dalam kasus ini.

“Saya sendiri akan memimpin penyelidikan bersama otoritas Malaysia. Ini adalah kejahatan serius yang tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

KPA Lua Nanggroe juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus perdagangan manusia yang semakin marak.

“Kami meminta semua pihak, terutama keluarga, untuk menjaga anak-anak mereka dengan lebih hati-hati. Ini adalah kejahatan terorganisir yang membutuhkan perhatian serius,” tambah Umar Hakim Ilhami.

Langkah cepat dari KPA Lua Nanggroe dan KBRI Kuala Lumpur mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para tokoh masyarakat yang terlibat dalam upaya penyelamatan ini.

Abu Salam mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang turut membantu, termasuk Gulam Boss Pon Datuk Mansur, Tgk Raman, Tgk Mansur, dan jajaran lainnya.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net- Universitas Syiah Kuala (USK) membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak parah bencana hidrometeorologi di Aceh. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dan keluarga…

close