Sedangkan redaktur bisa wartawan madya dan untuk wartawan yang meliput dilapangan kompetensi wartawan muda.
Terkait bahasa jurnalistik, Marah Sakti memaparkan pentingnya wartawan memahami dan menerapkan bahasa Indonesia jurnalistik meliputi logika berbahasa, membedakan bahasa lisan dan tulisan, pemilihan diksi kata, EYD, teori dasar, bagaimana menulis berita ?, dan Struktur kalimat.
Materi lainnya, menulis berita hasil liputan ,wawancara, release berita yang perlu dikonfirmasi. Intinya ia menekankan bahwa wartawan tetap mempedomani bahasa Indonesia baku dalam EYD.
“Bahasa wartawan itu singkat, padat, tidak bertele-tele, menghindari kata mabasir dan demokratis”,kata Marah Sakti Siregar yang juga mengupas bagaimana menggunakan kalimat efektif dalam menulis berita.




















