Headline

Idul Adha, ASN di Aceh Dapat Tambahan Hari Libur 2 Hari

×

Idul Adha, ASN di Aceh Dapat Tambahan Hari Libur 2 Hari

Sebarkan artikel ini

Pj Gubernur Bustami Tetapkan Libur Selama Hari Tasyrik

Pj Gubernur Aceh Bustami Hamza
PJ Gubernur Aceh, Bustami Hamza

Habanusantara.net Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, telah menetapkan kebijakan baru yang memberikan tambahan hari libur bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh.

Melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor 100.3.3.1/845/2024, Pemerintah Aceh menetapkan tanggal 19 dan 20 Juni 2024 sebagai hari libur tambahan setelah Idul Adha 1445 H. Kebijakan ini memungkinkan ASN di Aceh untuk merayakan Hari Tasyrik secara penuh selama empat hari.

Penetapan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap ketentuan agama Islam yang melarang aktivitas selama Hari Tasyrik Idul Adha, di mana umat Islam melakukan ibadah kurban.

Sebagai ganti dari dua hari libur tambahan tersebut, ASN di Aceh akan bekerja pada dua hari Sabtu berikutnya, yaitu pada 22 Juni 2024 dan 29 Juni 2024.

Bustami Hamzah mengingatkan seluruh pimpinan unit untuk memastikan kehadiran stafnya pada hari kerja pengganti.

“Hal ini penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara maksimal,” ujarnya.

Penetapan ini juga didasarkan pada UU dan Qanun terkait Keistimewaan Aceh, termasuk UUPA Nomor 11 tahun 2006.

Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat dan ulama di Aceh. Ustad Masrul Aidi, Pimpinan Dayah Babul Maghfirah Cot Keueung Aceh Besar, menyambut baik keputusan tersebut.

“Kita telah suarakan itu sejak lama, warga juga menanti kebijakan dari umaranya. Alhamdulillah kini telah ditanggapi dan sudah dalam aksi nyata,” katanya.

Ustad Masrul menambahkan bahwa ketetapan ini sebaiknya diabadikan dalam bentuk Qanun agar menjadi kebijakan permanen dan tidak berubah dengan pergantian pimpinan daerah.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi Pak Pj Gubernur Bustami atas ketegasan beliau, namun hendaknya segera bisa diqanunkan, sehingga siapapun Pemerintah Aceh ke depan, ia tak bisa merubah lagi ketetapan libur penuh saat Tasyrik itu,” tegasnya.

Ketetapan ini dianggap sebagai langkah penting dalam menghormati kearifan lokal Aceh yang berakar kuat pada syariat Islam.

“Kenapa Bali bisa menjalankan Hari Nyepi secara penuh? Kita Aceh kan juga punya kearifan lokal yang harus dihormati oleh pihak manapun,” pungkas Ustad Masrul.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close
error: