HeadlineHukrim

Jaringan Pencurian di Banda Aceh Ketangkap

×

Jaringan Pencurian di Banda Aceh Ketangkap

Sebarkan artikel ini
Para pelaku pencurian di Banda Aceh di Mapolresta Banda Aceh, Senin (10/7/2023)

Habanusantara.net – Aksi kejahatan jaringan pencurian yang melibatkan beberapa toko di Banda Aceh akhirnya terungkap setelah Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh bekerja sama dengan Unit Reskrim Polsek Lueng Bata berhasil menangkap sejumlah tersangka. Mereka diduga terlibat dalam pencurian tiga keping granit dan satu regulator showcase dari pusat perbelanjaan di kawasan Batoh, Lueng Bata.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, mengungkapkan bahwa penangkapan ini dilakukan berdasarkan laporan dari Tommy Iskandar Dinata, pemilik usaha Toko Dewiza Pizza. Korban melaporkan kehilangan tiga keping granit dan kursi dudukannya yang berukuran 120 x 60. Laporan tersebut telah tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP.B/17/VI I/2023/SPKT/Sek Lueng Bata, tanggal 7 Juli 2023, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Berbekal bukti-bukti dan keterangan saksi, tim penyidik melakukan penyelidikan intensif dan akhirnya mendapatkan informasi bahwa salah satu tersangka berada di Gampong Ateuk Pahlawan, Baiturrahman, Banda Aceh. Dalam upaya pengejaran yang marathon, tim Unit Reskrim Polsek Lueng Bata bekerja sama dengan tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil mengamankan tersangka.

Tersangka yang diamankan, RF, mengakui telah melakukan pencurian tiga keping granit di Toko Dewiza Pizza serta satu unit regulator showcase merk Getra warna Oren di Toko Zandut Food And Drink. Namun, interogasi lebih lanjut mengungkap fakta mengejutkan bahwa RF dan rekannya juga terlibat dalam pencurian delapan unit baterai genset, panel genset, dan kabel panel induk seberat 12,5 kg dari Sultan Hotel, Banda Aceh, pada Jumat, 30 Juni 2023.

Kepada polisi, RF juga mengungkapkan bahwa barang curian hasil kejahatannya telah dijual kepada penadah. Dalam upaya menangkap penadah tersebut, polisi melakukan pengejaran terhadapnya. Selain itu, tim Rimueng juga melakukan penyelidikan terkait keberadaan tersangka lain yang terlibat dalam aksi pencurian di Sultan Hotel.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, mengungkapkan keberhasilan tim dalam mengamankan tersangka serta penadah hasil kejahatan. Selanjutnya, penangkapan juga dilakukan terhadap tersangka lain yang terlibat dalam jaringan pencurian ini.

Dalam pengakuan RW, satu dari tersangka lainnya, terungkap bahwa masih ada pelaku lain yang terlibat dalam aksi serupa, yaitu HR dan RB. Tim Rimueng terus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang masih buron. Selain itu, barang curian hasil kejahatan yang ditampung oleh penadah juga berhasil diamankan.

Tersangka dan barang bukti yang diamankan telah dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan 480 KUHP terkait tindak pidana pencurian.

Dengan penangkapan jaringan pencurian ini, diharapkan masyarakat Banda Aceh dapat merasa lebih aman dan penjahat-penjahat ini dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku. Polresta Banda Aceh akan terus berupaya membasmi kejahatan dan menjaga keamanan di wilayah ini.[SA]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

close