Bakri melanjutkan, sesuai dengan petuah indatu: Aceh meutaloe wareh, gaseh-meugaseh, bila-meubila yang artinya Aceh bersaudara, saling mengasihi, dan saling membela, diharapkan akan membawa kedamaian dan kesejukan bagi semua, sehingga akan terbangun kebersamaan dan kekompakan dalam menggapai cita-cita bersama, yakni kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Banda Aceh.
“Momentum waktu yang masih tersisa ini hingga pada Hari H pencoblosan nanti pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang, harus bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas teknis persiapan pemilu, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, mengatasi kelemahan-kelemahan yang masih ada, dan yang tak kalah penting memberikan edukasi dan sosialisasi optimal kepada masyarakat mengenai tahapan pemilu,” katanya.
Ia juga mengatakan,Pemko Banda Aceh bersama segenap unsur Forkopimda sangat komit menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan maksimal, serta senantiasa berkolaborasi dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pemilu serentak pada 2024.














