Selanjutnya, oknum perangkat desa dan wartawan disalah satu media ini terus bersitegang terkait boleh tidaknya meliput bantuan sosial didesa tersebut.
Sempat keluar kata-kata yang tidak mengenakan dari oknum perangkat desa,”kalian ini seperti teroris aja,”kata oknum perangkat desa ini.
Perangkat desa ini juga mengatakan, kalau cuma buat kartu tanda anggota, bermodalkan Rp.100 ribu bisa punya KTA.
“Kalau mau meliput diluar saja, “ucap oknum perangkat desa sambil berlalu keruangan.
Beliau juga menantang sang wartawan, saya tunggu beritamu 1×24 jam. Sang wartawan pun mengiyakan dan mengucapkan terimakasih kepada oknum perangkat desa seantis tersebut.



















