Puskesmas Rusak Akibat Banjir Belum Direvitalisasi, Dinkes Aceh Utara Buka Suara

Redaksi
Ilustrasi Puskesmas Usai diterjang Banjir
Foto Ilustrasi Puskesmas Usai diterjang Banjir
A-AA+A++

Habanusantara.net— Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Aceh Utara yang mengalami kerusakan akibat banjir hingga kini belum seluruhnya mendapat penanganan. Kondisi tersebut terjadi pada fasilitas kesehatan yang terdampak cukup parah, termasuk Puskesmas Langkahan dan sejumlah Puskesmas lainnya.

Informasi yang diterima Habanusantara.net menyebutkan, banjir merusak sejumlah bangunan serta peralatan pelayanan kesehatan. Kerusakan dilaporkan terjadi pada dental unit, mebel, komputer, laptop, meja dan kursi yang sebagian rusak hingga terbawa arus.

Salah satu sumber dari kalangan Dinas Kesehatan Aceh Utara mengatakan tingkat kerusakan Puskesmas berbeda-beda, mulai dari rusak berat hingga sedang.

“Beberapa Puskesmas Aceh Utara rusak parah, sedangkan Puskesmas lainnya rusak sedang. Peralatan medis rusak atau hilang,” ujar sumber tersebut.

Kondisi itu menimbulkan perhatian karena fasilitas Puskesmas menjadi salah satu tempat utama masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan. Masyarakat pun berharap perbaikan segera dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terganggu.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Nurzahri, SKM., MKM, membenarkan adanya rencana penanganan terhadap Puskesmas yang mengalami kerusakan berat.

Untuk Puskesmas Langkahan yang terdampak berat, kata Nurzahri, pembangunan kembali direncanakan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada 2028.

“Untuk Puskesmas terdampak berat seperti Puskesmas Langkahan, akan dibangun kembali oleh Kementerian Kesehatan. Informasi yang kami terima dari pusat, tahun 2028 akan dilakukan pembangunan,” ujar Nurzahri kepada Habanusantara.net, Kamis (17/9/2026) sore.

Namun, Dinkes Aceh Utara tidak hanya mengandalkan rencana pembangunan dari pemerintah pusat. Nurzahri mengatakan pihaknya akan mengupayakan rehabilitasi sejumlah Puskesmas melalui anggaran daerah jika tersedia pada 2027.

“Kita tidak hanya menunggu. Di tahun 2027 juga akan dilakukan rehab beberapa Puskesmas sesuai dengan anggaran 2027,” katanya.

Ia menyebut sumber anggaran untuk rehabilitasi tersebut berasal dari APBK Aceh Utara.

“Dari APBK Aceh Utara,” ujarnya.

Masyarakat meminta pemerintah daerah mempercepat penanganan Puskesmas terdampak banjir, terutama fasilitas yang mengalami kerusakan berat. Selain bangunan, peralatan medis dan perlengkapan pelayanan juga dinilai perlu dipulihkan agar masyarakat kembali memperoleh layanan kesehatan yang layak.[mnw]