Habanusantara.net — Anggota DPRK Banda Aceh Tgk Tarnuman meminta aksi balap liar yang melibatkan pelajar tidak dibiarkan. Permintaan itu disampaikan setelah kecelakaan dua sepeda motor di kawasan TPI Lampulo, Jumat (4/9/2026), yang menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia dan satu lainnya luka berat.
Tgk Tarnuman mengatakan, kecelakaan tersebut harus menjadi peringatan bagi orang tua dan aparat kepolisian. Sebab, berdasarkan laporan masyarakat yang diterimanya, masih ada sejumlah titik di Banda Aceh yang kerap dijadikan arena kebut-kebutan saat jalan mulai sepi, terutama pada tengah malam.
“Lebih baik anak kita menangis sekarang karena kita disiplinkan, daripada nanti kita yang menangis setelah terjadi kecelakaan. Apalagi kalau sampai cacat seumur hidup atau meninggal dunia,” kata Tgk Tarnuman.
Menurutnya, orang tua harus berani tegas ketika anak mulai menunjukkan kebiasaan berkendara secara ugal-ugalan. Pengawasan tidak cukup hanya mengetahui anak membawa sepeda motor, tetapi juga perlu mengetahui ke mana mereka pergi dan dengan siapa.
Orang tua juga diminta tidak membiarkan anak menggunakan sepeda motor yang memakai knalpot brong, apalagi kendaraan yang tidak dilengkapi identitas atau nomor polisi.
“Kalau sudah terjadi kecelakaan, menyesal kemudian tidak ada artinya. Kalau anak sudah cacat seumur hidup, penyesalan tidak akan mengembalikan kondisinya. Kalau meninggal, lebih berat lagi,” ujarnya.
Ia mengingatkan, persoalan kecelakaan lalu lintas di Banda Aceh bukan perkara kecil. Berdasarkan data Satlantas Polresta Banda Aceh, sejak Januari hingga Agustus 2026 tercatat **31 orang meninggal dunia dan 429 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas** di Kota Banda Aceh.
Angka tersebut, kata dia, harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius mencegah kecelakaan, terutama yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Tgk Tarnuman juga meminta kepolisian meningkatkan patroli dan razia di lokasi yang berdasarkan laporan masyarakat sering digunakan untuk balap liar. Ia secara khusus meminta penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot brong.
Menurutnya, balap liar bukan hanya membahayakan pelakunya. Pengguna jalan lain juga bisa menjadi korban, meski tidak terlibat dalam aksi tersebut. Suara bising dari knalpot dan kendaraan yang dipacu dengan kecepatan tinggi juga mengganggu masyarakat di sekitar lokasi.
“Jangan sampai orang yang tidak tahu apa-apa, pengguna jalan yang sedang lewat, malah menjadi korban. Lingkungan juga terganggu dengan suara-suara balapan tengah malam,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat di sekitar lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar untuk tidak tinggal diam. Jika menemukan adanya aksi balap liar, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sebelum terjadi kecelakaan.
“Kalau ada laporan masyarakat tentang lokasi yang sering digunakan untuk balap liar, jangan menunggu sampai ada korban. Polisi perlu turun dan melakukan pencegahan,” lanjutnya.
Ia berharap orang tua, sekolah, masyarakat dan kepolisian sama-sama mengambil peran. Menurutnya, anak yang ditegur atau dilarang sekarang mungkin akan merasa tidak senang, tetapi itu jauh lebih baik daripada keluarga harus menghadapi penyesalan setelah kecelakaan terjadi.
“Lebih baik anak kita marah atau menangis karena kita tegur sekarang, daripada kita yang menangis nanti,” pungkasnya.[is/*]





