Habanusantara.net — Memahami blind spot atau titik buta menjadi salah satu bagian penting dalam keselamatan berkendara. Pengendara yang tidak menyadari keberadaan titik buta berisiko tidak terlihat oleh pengemudi kendaraan lain, terutama saat berada di sekitar mobil, bus, atau truk.
Blind spot merupakan area di sekitar kendaraan yang berada di luar jangkauan pandangan pengemudi. Setiap kendaraan memiliki titik buta berbeda, tergantung jenis, ukuran, serta posisi pengemudi dan kaca spion.
Instruktur Safety Riding Capella Honda Aceh, Reza Novendri, mengatakan pengendara sepeda motor perlu memahami risiko berada di area tersebut.
“Idealnya sebagai pengendara sepeda motor yang baik dan memperhatikan keselamatan berkendara, kamu harus mengetahui alasan kenapa blind spot pada kendaraan itu sangat berbahaya untuk keselamatan diri kamu,” kata Reza.
Ia mencontohkan kendaraan dengan bak tertutup yang memiliki area titik buta cukup besar di bagian belakang. Pengendara sepeda motor yang berada terlalu dekat di belakang kendaraan tersebut berpotensi tidak terlihat oleh pengemudi.
Kondisi itu menjadi berbahaya ketika kendaraan di depan melakukan manuver, seperti parkir atau bergerak mundur. Pengendara yang berada di area blind spot dapat terlambat mengantisipasi pergerakan kendaraan tersebut.
Karena itu, pengendara disarankan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Jarak tersebut menjadi semakin penting ketika berhadapan dengan kendaraan berukuran besar seperti bus dan truk yang memiliki area titik buta lebih luas.
Selain menjaga jarak, pengendara juga dapat menggunakan lampu utama untuk membantu menunjukkan keberadaannya kepada pengguna jalan lain. Klakson dapat digunakan sebagai tanda atau peringatan apabila kendaraan di depan hendak melakukan manuver yang berpotensi membahayakan.





