Habanusantara.net – Kemampuan peserta Training Center (TC) Tahap III kafilah Aceh yang dipersiapkan menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI terus menunjukkan perkembangan positif.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP, turut memantau perkembangan para peserta selama menjalani program pembinaan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses latihan berjalan maksimal sekaligus melihat sejauh mana peningkatan kemampuan masing-masing peserta.
Selain Kadis DSI Aceh, Kepala UPTD Pendidikan dan Pengembangan Al-Qur’an (PPQ) DSI Aceh, Ustadz Irwan, S.HI., M.Si., bersama salah seorang pelatih TC, Tgk. Jamal, juga memantau langsung kegiatan latihan di Gedung LPTQ Kompleks Keistimewaan Aceh, Jumat (7/8/2026) kemarin.
Dari hasil pemantauan, perkembangan kemampuan peserta dinilai semakin baik setelah mengikuti pembinaan secara intensif dalam beberapa tahapan.
“Alhamdulillah, sudah ada peningkatan kemampuan peserta,” ujar Ustadz Irwan.
Ia mengatakan, perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi kafilah Aceh dalam menghadapi persaingan pada MTQ Nasional. Namun, pembinaan tetap dilanjutkan untuk mematangkan kemampuan peserta, termasuk memperbaiki sejumlah kekurangan yang masih ditemukan selama latihan.
“Kita target Aceh bisa masuk 10 besar,” kata Irwan.

Target tersebut menjadi sasaran kafilah Aceh pada MTQ Nasional XXXI. Untuk mencapainya, peserta terus didorong meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperkuat kesiapan mental dan spiritual.
Selama TC, peserta mendapatkan pembinaan intensif pada seluruh cabang musabaqah, mulai dari Tilawah Al-Qur’an, Tartil, Qira’at, Tahfizh, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, DSI Aceh bersama LPTQ Aceh menghadirkan pelatih daerah maupun pelatih nasional yang berpengalaman. Di antaranya Ustaz Syahril untuk cabang Tahfizh, Ustaz Isep Misbah pada cabang Khattil Qur’an, Ustazah Mawaddah untuk Tilawah, serta Ustazah Maria Kiftiah yang membina cabang Syarhil Qur’an.
Pembinaan tidak hanya difokuskan pada penguasaan teknis setiap cabang musabaqah. Peserta juga dipersiapkan dari sisi mental, spiritual, dan daya saing agar mampu tampil optimal saat berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 56 peserta mengikuti program pembinaan yang dijadwalkan berlangsung dalam empat tahap. Tahap pertama pada 5–13 Mei, tahap kedua 8–15 Juni, tahap ketiga 6–13 Agustus, dan tahap keempat 6–10 September 2026 sebelum keberangkatan menuju Kota Semarang.
Pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui perkembangan peserta sekaligus memastikan setiap tahapan pembinaan berjalan sesuai target.
Kepala DSI Aceh, Dr. Misran Fuadi, juga memberikan perhatian terhadap perkembangan peserta dan kesiapan kafilah menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Misran berharap seluruh peserta memanfaatkan setiap tahapan TC dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, peningkatan kemampuan yang terlihat selama pembinaan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan hingga pelaksanaan MTQ Nasional.
“Yang paling penting bagaimana anak-anak kita terus meningkatkan kemampuan, menjaga semangat dan kesungguhan selama mengikuti TC. Kita ingin mereka tampil maksimal dan mampu membawa prestasi terbaik untuk Aceh,” ujar Misran.
Ia menegaskan, DSI Aceh bersama LPTQ Aceh akan terus memberikan dukungan terhadap proses pembinaan hingga tahap akhir. Dengan persiapan yang matang dan pembinaan yang berkelanjutan, Aceh menargetkan dapat menembus 10 besar nasional.
MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026.[***]

![Kadis DSI Aceh Dr. Misran Fuadi memantau perkembangan peserta Training Center (TC) kafilah Aceh untuk menghadapi MTQ Nasional XXXI di Gedung LPTQ Aceh, Jumat (7/8/2026).[Foto/DSI Aceh]](https://habanusantara.net/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-08-at-13.48.14.jpeg)



