Rumah Nyaris Roboh dan Tanpa Listrik, Kartini Jalani Hidup Memprihatinkan di Aceh Utara

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Di tengah gencarnya pembangunan dan modernisasi, kehidupan Kartini di Desa Alue Bieng, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, justru seperti tertinggal jauh dari perhatian. Perempuan 44 tahun itu bersama putrinya masih bertahan hidup di rumah reyot yang nyaris roboh dan belum tersentuh aliran listrik.

Rumah kayu yang ditempati Kartini tampak rapuh di hampir seluruh bagian. Dindingnya berlubang, lantainya mulai lapuk, sementara atap bocor membuat air hujan dengan mudah masuk ke dalam rumah setiap kali cuaca buruk datang.

Warga sekitar menyebut kondisi itu sudah berlangsung cukup lama. Saat malam tiba, Kartini dan putrinya harus hidup dalam gelap karena rumah mereka belum teraliri listrik.

“Kalau hujan deras, mereka sering tidak bisa tidur tenang karena air masuk dari atap. Kondisinya memang sangat memprihatinkan,” ujar seorang warga kepada wartawan, seperti dikutip tribunpasee.com.

Kartini diketahui merupakan korban konflik Aceh yang kini hidup dalam keterbatasan ekonomi. Warga menyebut ia juga mengalami trauma berat akibat peristiwa masa lalu yang pernah dialaminya saat konflik masih berlangsung.

Di tengah kondisi tersebut, putrinya yang masih muda ikut menanggung beban kehidupan. Pendidikan yang sempat dijalani harus terhenti karena persoalan ekonomi dan keterbatasan akses.

Anak perempuan Kartini bahkan pernah mencoba bekerja di Banda Aceh demi membantu kebutuhan hidup keluarga. Namun ia akhirnya kembali pulang karena harus mendampingi ibunya yang kondisinya membutuhkan perhatian.

Ironisnya, rumah Kartini disebut menjadi satu-satunya rumah di kawasan itu yang belum menikmati listrik. Warga mengaku pernah mengusulkan bantuan pemasangan listrik gratis, namun hingga kini belum terealisasi.

“Dulu pernah diajukan, tapi katanya jaringan kabel belum sampai ke rumah beliau,” kata warga lainnya.

Kondisi Kartini sebenarnya telah diketahui aparatur desa. Geuchik Alue Bieng, Muchtar, membenarkan bahwa pihak desa sudah beberapa kali mencoba mengupayakan bantuan, namun belum membuahkan hasil.

“Memang benar kondisi beliau seperti itu. Upaya pengajuan bantuan sudah pernah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujar Muchtar saat dikonfirmasi.

Potret kehidupan Kartini menjadi gambaran masih adanya warga di Aceh Utara yang hidup di bawah garis kemiskinan dan belum tersentuh maksimal oleh program bantuan sosial maupun pembangunan dasar.

Di usia yang tidak lagi muda, Kartini kini hanya bisa bertahan di rumah yang nyaris roboh sambil berharap ada perhatian nyata yang datang untuk dirinya dan sang putri.[*]