Underpass Beurawe Mulai Difungsikan, Satu Jalur Masih Ditutup Akibat Pompa Masih Perbaikan

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Setelah sempat lumpuh akibat genangan air karena pompa tidak berfungsi usai kabel listrik dicuri, Underpass Beurawe di Kota Banda Aceh kini mulai kembali difungsikan.

Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, mengatakan akses underpass sudah dapat dilalui masyarakat mulai Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, material yang sebelumnya dipesan untuk perbaikan telah tiba di Banda Aceh dan langsung dipasang oleh tim teknis. Pompa air yang sempat mati juga sudah kembali beroperasi sejak Kamis malam.

“Material yang dipesan beberapa hari lalu sudah sampai ke Banda Aceh dan tadi malam sudah dilakukan instalasi. Pompa juga sudah beroperasi kembali. Tadi pagi genangan sudah kering dan underpass sudah bisa dilalui masyarakat,” kata Rulli.

Ia menyebutkan, saat ini arus lalu lintas sudah kembali berjalan, meski masih ada satu jalur yang ditutup sementara untuk proses perbaikan lanjutan.

“Alhamdulillah sudah bisa dilalui oleh masyarakat,” ujarnya.

Rulli menjelaskan, jalur dari arah Beurawe menuju Kuta Alam untuk sementara hanya dibuka satu sisi karena pihaknya masih melakukan perbaikan terhadap dua pompa yang mengalami gangguan.

Dari total empat pompa yang tersedia di underpass tersebut, dua di antaranya mengalami trouble akibat terputusnya arus listrik secara tiba-tiba saat terjadi pencurian kabel beberapa waktu lalu.

“Siang ini sementara yang arah Beurawe ke Kuta Alam satu sisi karena kami sedang mengangkat pompa yang trouble. Ada dua pompa yang mengalami gangguan akibat arus listrik terputus mendadak karena pencurian kabel,” jelasnya.

Ia mengatakan proses perbaikan ditargetkan selesai malam ini sehingga akses jalan dapat kembali normal.

“Jalan underpass dari arah Beurawe ke Kuta Alam satu sisi ditutup sampai malam. Insya Allah tengah malam nanti sudah bisa dilalui kembali dengan normal,” katanya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, PUPR Kota Banda Aceh mulai memperkuat pengamanan di kawasan underpass. Salah satunya dengan meminta pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan dinas terkait untuk menambah penerangan di kawasan underpass agar tidak lagi gelap pada malam hari.

“Kami sudah meminta Diskominfotik memasang CCTV di sekitar underpass. Kemudian bekerja sama dengan DLHK3 untuk pemasangan lampu taman supaya kawasan ini tidak gelap,” ujar Rulli.

Pengawasan juga akan diperkuat melalui patroli rutin oleh Satpol PP guna menjaga fasilitas publik dari aksi pencurian maupun vandalisme.

Tidak hanya itu, kabel instalasi yang baru dipasang juga kini diberikan perlindungan tambahan dengan pengecoran agar lebih aman.

“Kami juga membuat proteksi terhadap kabel yang dipasang tadi malam dengan cara dicor. Mudah-mudahan ini tidak terulang kembali,” katanya.

Pemerintah Kota Banda Aceh turut mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum agar tidak kembali menjadi sasaran pencurian.

“Kami mohon masyarakat Banda Aceh bersama-sama menjaga fasilitas umum. Jika melihat hal mencurigakan segera laporkan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tutup Rulli.

Sebelumnya, Underpass Beurawe beberapa hari terakhir tidak dapat dilalui kendaraan akibat tergenang air setelah pompa pengendali genangan mati karena kabel listrik dicuri. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di kawasan itu.[*]