BMKG Prediksi Puncak El Nino di Aceh Terjadi Agustus, Titik Panas Mulai Muncul

Fira
A-AA+A++

Habanusantara.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak fenomena El Nino di Aceh berpotensi terjadi pada Agustus 2026. Meski saat ini masih berada pada fase netral, indikasi peralihan menuju El Nino mulai terdeteksi dan perlu diwaspadai.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasyithah Az-zahra Lubis, mengatakan potensi El Nino yang muncul berada pada kategori lemah hingga moderat.

“Untuk saat ini masih fase netral, tetapi ada kemungkinan menuju El Nino,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, fenomena El Nino umumnya berdampak pada peningkatan suhu udara dan kondisi cuaca yang lebih kering. Gejala awal diperkirakan mulai terasa pada Mei sebelum mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

Seiring dengan itu, BMKG juga mencatat peningkatan titik panas di sejumlah wilayah Aceh. Berdasarkan pantauan satelit MODIS (Terra, Aqua, Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS, terdeteksi sebanyak sembilan titik panas.

“Terjadi peningkatan dibandingkan hari sebelumnya. Sebanyak empat titik berada di Aceh Selatan, sisanya tersebar di Aceh Jaya, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah,” jelasnya.

Munculnya titik panas ini dinilai sebagai sinyal awal meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama jika El Nino mulai menguat dalam beberapa bulan ke depan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di wilayah rawan. Selain itu, masyarakat juga diminta bijak dalam penggunaan air dan mengurangi aktivitas di bawah paparan sinar matahari langsung.

“Pantau informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi BMKG Aceh untuk mendapatkan update terkini,” katanya.[Fira]