Habanusantara.net – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Aulia Afridzal, melaksanakan kegiatan reses I Masa Persidangan II Tahun Anggaran 2026 di Gampong Peunyerat, Kecamatan Banda Raya, Senin (9/2/2026).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga pembangunan infrastruktur lingkungan.
Reses yang digelar di tengah permukiman warga itu berlangsung dalam suasana dialogis. Sejumlah ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, serta warga setempat hadir untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan harapan mereka kepada wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) IV tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, mayoritas aspirasi warga berkaitan dengan upaya penguatan ekonomi keluarga melalui dukungan terhadap pelaku UMKM di tingkat gampong. Warga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan yang mampu mendorong usaha kecil berkembang dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.
“Sebagian besar aspirasi masyarakat berkaitan dengan dukungan terhadap UMKM. Mereka berharap adanya bantuan hibah berupa alat kerja yang bisa menunjang usaha mereka,” kata Aulia kepada wartawan usai kegiatan.
Ia menjelaskan, bantuan yang diusulkan warga cukup beragam. Di antaranya berupa becak barang dan becak penumpang untuk menunjang aktivitas ekonomi, mesin cuci bagi usaha laundry rumahan, mesin jahit untuk usaha konveksi kecil, serta berbagai peralatan pembuatan kue bagi pelaku usaha kuliner.
Menurut Aulia, sektor usaha kecil menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat di tingkat gampong. Karena itu, dukungan dari pemerintah dinilai sangat penting agar usaha-usaha tersebut bisa berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga.
“Penguatan ekonomi masyarakat harus dimulai dari sektor usaha kecil. Kalau UMKM tumbuh, maka pendapatan warga juga akan meningkat,” ujarnya.
Selain isu ekonomi, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan terkait pembangunan infrastruktur lingkungan. Beberapa usulan yang muncul di antaranya pembangunan menara masjid, rehabilitasi tempat wudu, serta perbaikan dan pembangunan jalan lingkungan di sejumlah lorong permukiman.
Tak hanya itu, masyarakat juga meminta pemasangan jaringan pipa air bersih dari PDAM agar distribusi air lebih merata. Mereka juga berharap adanya tambahan lampu penerangan jalan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga saat beraktivitas pada malam hari.
Aulia mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan dihimpun sebagai bahan pokok pikiran dewan untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah ke depan.
“Semua usulan ini akan kita bawa ke DPRK untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran maupun program pembangunan pemerintah kota. Aspirasi masyarakat tentu menjadi prioritas bagi kami sebagai wakil rakyat,” jelasnya.[***]





