Headline

BPJN Aceh Percepat Mobilisasi Jembatan Bailey untuk Penanganan Darurat Akses Transportasi

×

BPJN Aceh Percepat Mobilisasi Jembatan Bailey untuk Penanganan Darurat Akses Transportasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Satker PJN Wilayah II, Akbar Hakimi didampingi Bupati Nagan Raya T Raja Keumangan Menerima Material Jembatan Bailey (Foto:Dok Ist)

Habanusantara.net |  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga konektivitas wilayah dengan mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat bencana alam.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah percepatan mobilisasi jembatan rangka baja darurat atau jembatan Bailey sebagai solusi sementara guna memastikan akses transportasi masyarakat tetap berjalan.

Melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II, BPJN Aceh mengambil langkah taktis dengan mengirimkan material jembatan Bailey ke lokasi terdampak yang jalur utamanya mengalami gangguan.

Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat yang berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat antarwilayah.

Kepala Satker PJN Wilayah II, Akbar Hikmi menjelaskan bahwa mobilisasi jembatan Bailey dilakukan segera setelah dilakukan peninjauan teknis di lapangan.

Menurutnya, keberadaan jembatan darurat ini sangat penting untuk memulihkan akses dasar, terutama pada ruas jalan nasional yang memiliki peran vital dalam mendukung arus barang dan jasa.

“Pengiriman material jembatan Bailey ini merupakan bentuk kesigapan pemerintah dalam merespons kondisi darurat. Kami memastikan bahwa konektivitas antarwilayah tetap terjaga, sehingga aktivitas masyarakat tidak terhenti terlalu lama akibat terputusnya jalur utama,” ujar Akbar Hikmi, Kamis 18 Desember 2025.

Mobilisasi material dilakukan menggunakan armada truk berat yang mengangkut komponen rangka baja siap rakit.

Seluruh material disiapkan secara terukur agar proses perakitan di lapangan dapat berlangsung cepat dan efisien. Jembatan Bailey dipilih karena memiliki karakteristik portabel, fleksibel, serta mampu menahan beban kendaraan, termasuk kendaraan pengangkut logistik dan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemasangan jembatan darurat ini ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dengan demikian, arus lalu lintas di lokasi terdampak diharapkan dapat kembali normal, terutama untuk kendaraan operasional dan distribusi bantuan.

Tim teknis BPJN Aceh telah disiagakan sejak awal dan siap bekerja begitu seluruh komponen tiba di lokasi.

“Kami telah menyiapkan personel teknis yang berpengalaman. Begitu material lengkap, proses perakitan akan langsung dimulai agar jembatan darurat ini bisa segera difungsikan,” tambah Akbar Hikmi

Selain kesiapan teknis, BPJN Aceh juga mengedepankan sinergi lintas instansi. Koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan aman dan sesuai standar keselamatan.

Persiapan landasan jembatan, pengaturan lalu lintas sementara, hingga aspek keamanan menjadi perhatian utama di lapangan.

Hingga saat ini, sejumlah personel dan alat berat telah berada di titik lokasi guna mempersiapkan struktur pendukung jembatan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kendala teknis sekaligus mempercepat proses pemasangan.

Melalui upaya ini, BPJN Aceh menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat.

Pembangunan jembatan Bailey diharapkan menjadi solusi sementara yang efektif sebelum dilakukan penanganan permanen, sekaligus menjadi bukti nyata peran pemerintah dalam menjaga konektivitas, keselamatan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat Aceh.(Adv).

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net – Sebanyak enam pintu rumah toko (ruko) di Dusun Lamdayah, Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan terbakar pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB….

close