Headline

LPG Langka Lumpuhkan Usaha Rakyat, Faisal Ridha: Pertamina Jangan Tutup Mata!

×

LPG Langka Lumpuhkan Usaha Rakyat, Faisal Ridha: Pertamina Jangan Tutup Mata!

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net — Kelangkaan gas elpiji (LPG) di Banda Aceh kian berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat.

Tidak hanya membuat ibu rumah tangga kesulitan memasak, krisis pasokan ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, mulai dari pedagang kecil di pinggir jalan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti warung makan dan usaha kuliner lainnya yang bergantung penuh pada LPG untuk menjalankan produksi.

Dalam kondisi pasokan yang tak kunjung normal, banyak pelaku usaha terpaksa mengurangi jam operasional bahkan menutup sementara usahanya.

Kerugian ekonomi pun tak terhindarkan. Di tengah tekanan biaya hidup, masyarakat kini harus menghadapi persoalan mendasar: gas untuk memasak tidak tersedia.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRK Banda Aceh, Faisal Ridha, menilai kelangkaan LPG ini sudah masuk kategori darurat dan tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan distribusi biasa.

Ia menegaskan, Pertamina sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pasokan energi masyarakat tidak boleh bersikap pasif.

“LPG yang langka ini sudah melumpuhkan usaha rakyat. Pedagang kecil, warung makan, hingga UMKM sangat bergantung pada gas. Kalau gas kosong, mereka tidak bisa produksi, dan itu berarti kehilangan penghasilan. Pertamina jangan tutup mata,” tegas Faisal Ridha.

Menurutnya, kondisi masyarakat Banda Aceh tidak memungkinkan untuk beralih ke bahan bakar alternatif seperti kayu bakar. Selain tidak tersedia, lingkungan perkotaan juga tidak mendukung penggunaan kayu sebagai pengganti LPG.

“Ini bukan soal warga tidak mau pakai kayu. Di Banda Aceh memang tidak ada kayu yang bisa dimanfaatkan. Jadi LPG adalah kebutuhan mutlak, bukan pilihan,” ujarnya Politisi PPP itu.

Faisal Ridha juga menyoroti melonjaknya harga LPG non-subsidi di pasaran yang dinilai sudah tidak manusiawi.

Ia mengungkapkan banyak keluhan warga terkait harga LPG 12 kilogram yang dijual dengan kisaran Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per tabung.

“Masyarakat sudah susah karena gas langka, ditambah lagi harga gas yg melambung tinggi,

Ia mendesak Pertamina segera menambah pasokan LPG ke Banda Aceh, termasuk dengan menambah armada kapal pengangkut guna mempercepat distribusi.

Menurutnya, tanpa langkah konkret dan cepat, kelangkaan ini akan terus berulang dan merugikan masyarakat luas.

Selain itu, Faisal Ridha juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh dan pihak terkait untuk turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pangkalan dan distributor LPG.

“Sidak harus dilakukan. Jangan biarkan klo ada oknum bermain di tengah kesulitan rakyat. Kalau terbukti ada penimbunan atau permainan harga, harus ditindak tegas,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebutuhan LPG adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika pasokan terganggu dan harga melambung tinggi, dampaknya bukan hanya pada dapur rumah tangga, tetapi juga pada kelangsungan ekonomi rakyat kecil.

“Karena itu, Pertamina harus segera menambah pasokan LPG ke Banda Aceh. Ini soal hajat hidup orang banyak. Jangan biarkan masyarakat terus menanggung beban akibat kelangkaan yang tak kunjung diselesaikan,” pungkas Faisal Ridha.[is]

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Headline

Habanusantara.net – Sebanyak enam pintu rumah toko (ruko) di Dusun Lamdayah, Gampong Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan terbakar pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB….

close