Habanusantara.net — Banjir yang kembali melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh memunculkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Sekretaris Wilayah DPW PPP Aceh sekaligus Ketua Komisi VII DPRA, Ilmiza Saaduddin Djamal, yang turun langsung menyaksikan kondisi warga terdampak.
Dalam kunjungan ke Gampong Pulo, Kecamatan Peudada, Bireuen, Ilmiza melihat situasi lapangan yang masih jauh dari kata aman. Warga masih kekurangan logistik, sementara sebagian rumah warga rusak parah — bahkan ada yang hanyut terseret arus banjir.
Salah satu penerima bantuan adalah Ibu Yusnawati, yang rumahnya hilang terbawa banjir. Kepada Ilmiza, ia menceritakan bagaimana air bah datang tiba-tiba dan menghanyutkan seluruh harta bendanya. Kondisi ini membuat warga harus bertahan di rumah kerabat maupun posko darurat dengan perlengkapan seadanya.
Melihat keadaan itu, Ilmiza langsung menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan beras untuk meringankan beban keluarga terdampak. Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan bencana oleh pemerintah.
“Banyak rumah warga yang hanyut dan roboh. Penanganan cepat sangat dibutuhkan agar keluarga yang kehilangan tempat tinggal segera memperoleh perlindungan,” ujar Ilmiza saat berada di lokasi pengungsian.
Sebagai Ketua Komisi VII DPRA yang membidangi sosial dan kesejahteraan rakyat, Ilmiza mendorong pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk mengerahkan langkah konkret dan terukur dalam penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.
“Negara harus hadir dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya solidaritas sosial antarwarga, apalagi di tengah bencana yang menguji empati dan kepedulian bersama. Menurutnya, membantu sesama bukan hanya bentuk kepedulian, melainkan juga amal bagi siapa pun yang melakukannya.
“Sekecil apa pun bantuan akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang terdampak,” tutup Ilmiza.
Kondisi banjir di Aceh masih terus dalam pemantauan. Sejumlah titik masih tergenang, sementara sebagian lainnya mulai surut namun menyisakan kerusakan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan semua pihak.




















