Habanusantara.net – Laga panas Persiraja Banda Aceh melawan Garudayaksa FC di ajang Pegadaian Championship 2025/26 malam ini (5/10) bakal diselimuti suasana superketat. Bukan cuma di lapangan, tapi juga di pintu masuk stadion. Panitia pelaksana (Panpel) memastikan seluruh penonton akan menjalani pemeriksaan intensif. Botol air mineral? Siap-siap ditahan di pintu masuk.
Aturan ketat ini muncul bukan tanpa sebab. Pada laga sebelumnya kontra Adhyaksa FC, satu botol air mineral yang dilempar oleh oknum penonton membuat Persiraja kena getahnya. Komdis PSSI menjatuhkan denda Rp15 juta. Sebuah tamparan yang membuat manajemen gerah.
“Kita menyesali kejadian itu. Sekarang kita akan memperketat barang-barang yang masuk ke stadion, termasuk botol, akan lebih ketat lagi pemeriksaannya,” ujar Ketua Panpel Persiraja, Marwan Dek Bit, kepada media, Minggu (5/10).
Ia menegaskan, jika masih ada penonton yang nekat membawa botol air, maka petugas akan menahan botolnya dan memindahkan air ke plastik. “Kita nggak mau kejadian serupa terulang lagi, karena bisa berimbas pada larangan penonton ke stadion seperti musim lalu,” tambahnya.
Laga Persiraja vs Garudayaksa FC sendiri diprediksi bakal berlangsung panas. Selain karena gengsi, Garudayaksa kini memuncaki klasemen sementara. Laskar Rencong tentu ingin menjaga martabat kandang di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, yang akan menjadi saksi duel dua tim berambisi besar itu. Kick-off dijadwalkan pukul 20.45 WIB.
Panitia juga sudah merilis harga tiket resmi untuk pertandingan malam ini. Tribun C dibanderol Rp30 ribu, sementara sektor VIP A dan VIP B dijual Rp100 ribu. Penonton diimbau datang lebih awal agar tidak antre panjang di pintu pemeriksaan.
Langkah tegas Panpel ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan cuma soal menang dan kalah, tapi juga tentang menjaga nama baik klub. Satu botol bisa mahal harganya — apalagi jika harus dibayar dengan sanksi dan reputasi.[]



















