Habanusantara.net- Aceh yang terkenal sebagai penghasil beras berkualitas tinggi, terus menjadi pusat perhatian dalam sektor pertanian. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, produktivitas padi di Aceh pada tahun 2022 mencapai rata-rata 55 ton per hektar, menghasilkan total produksi padi sebanyak 1.5 juta ton di seluruh provinsi ini.
Kondisi ini membuka peluang bisnis di sektor penggilingan padi, di mana keuntungan tidak hanya berasal dari upah giling, tetapi juga dari penjualan dedak atau katul.
Salah satu pengusaha yang berhasil memanfaatkan peluang ini adalah Icha Ramalisa Febriyanti (28), warga Desa Lhang, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Dengan kecerdasannya dalam membaca peluang, Icha berhasil menjalankan kilang padi UD Berkat Dilan Jaya di kampung halamannya.
“Alhamdulillah, usaha kilang padi ini telah saya jalani selama 6 tahun dan, insya Allah, terus berkembang,” ujar Icha dengan rasa bangga pada Jumat (08/09/2023).
Ia menceritakan bahwa sebelum memiliki kilang padi sendiri, ia pernah bekerjasama dengan kilang padi milik kerabatnya selama 2 tahun.
Namun, seperti banyak pengusaha, Icha menghadapi kendala awal dalam memenuhi permintaan karena keterbatasan modal untuk pembelian gabah. Terutama, ketika harga gabah naik menjadi sekitar Rp5.000 – 6.000 per kilogram saat ini.
“Kami tidak dapat memenuhi banyak permintaan ketika modal kerja yang ada belum mampu menyerap persediaan di lapangan. Meskipun sebenarnya potensi yang ada sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.
Icha kemudian memutuskan untuk mencari alternatif sumber modal untuk memperkuat bisnisnya dan mewujudkan rencana ekspansi. Setelah mendapatkan informasi tentang fasilitas pembiayaan di Bank Aceh yang cepat dan mudah, Icha mengunjungi bank tersebut tanpa ragu.
Setelah menyelesaikan survei dan memenuhi persyaratan, Icha mendapatkan tambahan modal dari Bank Aceh melalui fasilitas Pembiayaan KUR Syariah dengan menggunakan akad Musyaraqah Mutanaqisah (MMq).
MMq adalah salah satu skema pembiayaan Syariah yang dapat digunakan untuk bisnis perorangan atau perusahaan. Icha menggunakan fasilitas ini untuk penambahan modal kerja, terutama untuk pembelian gabah atau beras dari sejumlah pemasok, termasuk petani individu dan kelompok dari berbagai kabupaten, seperti Aceh Jaya, Singkil, dan Aceh Barat.
Dengan bantuan fasilitas pembiayaan ini, Icha dapat memenuhi permintaan kilang padi. Saat ini, ia telah menambah tenaga kerja sebanyak 7 orang.
“Hal ini dapat menambah pendapatan daerah dan mengurangi tingkat pengangguran karena lapangan kerja yang tercipta semakin besar, khususnya untuk masyarakat sekitar Kecamatan Setia, dan umumnya di Kabupaten Aceh Barat Daya,” ungkapnya.
Produk beras kilang padi Berkat Dilan Jaya dengan merek dagang beras DJ saat ini telah menjangkau pasar di berbagai kabupaten dan kota seperti Subulussalam, Singkil, dan Aceh Tenggara, bahkan mencapai Kabupaten Sidikalang, Provinsi Sumatera Utara.
Setelah mendapatkan fasilitas pembiayaan, omzet bisnis Icha saat ini mencapai rata-rata hingga Rp200 juta per bulan. Icha berharap bahwa usahanya tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan di Aceh dan seluruh Indonesia.[]





