Habanusantara.net– Volunteers atau dalam dunia politik kita dikenal dengan dalam bahasa Indonesia Relawan, adalah kata yang paling populer dalam kehidupan dunia sosial dan dunia politik di Amerika Serikat.
Tetapi Relawan adalah kecenderungan hidup bermasyarakat di Amerika dengan substansi yang berbeda dari pola hidup kita di Indonesia. Kalau anda mengenal presiden pemadam kebakaran maka kita akan mendapatkan bahwa semua peralatan pemadam kebakarannya dibeli sendiri secara swadaya oleh masyarakat disana.
Kemudian kalau kita mendapatkan pimpinan Relawan pemenangan, semisal Relawan presiden Joe Biden maka mereka membiayai secara swadaya organisasinya dan organisasi relawan bukan menjadi alat menundukkan warga negara di daerah oleh mereka yang berkedudukan dipusat dengan mengeksploitasi tingkatan organisasi.
Kalau kita bercermin kesana maka seharusnya calon presiden yang cerdas dapat mengambil point untuk dinilai oleh masyarakat Indonesia dalam mengatur managemen membangun organisasi Relawannya setidak-tidaknya bisa memperkuat sistem Otonomi Daerah dan terlebih lagi Daerah berstatus Otonomi Khusus sebagaimana Aceh.
Seharusnya dalam sistem organisasi apapun apalagi organisasi Relawan politik atau dalam bermasyarakat dan berpolitik lain perlu dijauhkan dari sistem sentralistik yang telah merugikan, membodohkan dan menjajah masyarakat daerah di Indonesia dalam waktu yang begitu lama.
Kalau ada calon presiden yang benar-benar ingin melakukan perubahan serta serius membangun negara dan bangsanya maka dalam sistem kerja pada relawan saja, mereka sudah bisa menunjukkan nilai perubahan yang dibawa dari masa kampanye capres di negeri ini sehingga mereka juga diyakini sebagai pemimpin yang bisa membawa rakyat ke arah yang lebih maju.
Lalu apa yang dominan kita saksikan selama ini dalam sistem kampanye calon presiden Republik Indonesia?





