Menurut Dandim, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, perbedaan tersebut harus disikapi secara dewasa dan tidak dijadikan alasan untuk memecah persatuan masyarakat.
“TNI akan terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Asahan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menyukseskan Pilkades Serentak 2026 dengan semangat kebersamaan sehingga pesta demokrasi tingkat desa dapat berlangsung aman, damai dan demokratis.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa Pilkades merupakan salah satu bentuk demokrasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa.
Melalui Pilkades, masyarakat diberikan kesempatan menentukan pemimpin yang dinilai mampu membawa desa menjadi lebih mandiri, maju, sejahtera dan bermartabat.





