Milad Samudera Pasai ke-800 Digelar Tanpa APBK, Panitia Masih Butuh Rp2 Miliar

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net — Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 di Aceh Utara digelar tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK). Namun, hingga sehari sebelum puncak rangkaian kegiatan, panitia masih membutuhkan sekitar Rp2 miliar untuk memenuhi kebutuhan anggaran.

Bendahara Panitia Milad Samudera Pasai ke-800, Dr Muslim Syamsuddin, mengatakan kebutuhan anggaran yang telah diverifikasi panitia mencapai sekitar Rp2,6 miliar.

Dari jumlah tersebut, dana yang telah diterima panitia baru sekitar Rp600 juta. Sementara komitmen dukungan dari berbagai pihak tercatat sekitar Rp2,1 miliar.

“Setelah panitia melakukan verifikasi, yang disetujui sekitar Rp2,6 miliar,” kata Muslim saat konferensi pers bersama insan media di Aula Kesbangpol Aceh Utara, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan awal yang diusulkan untuk seluruh rangkaian kegiatan selama tujuh hari tujuh malam mencapai Rp3,6 miliar. Setelah diverifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan, angka tersebut turun menjadi Rp2,6 miliar.

Muslim menegaskan seluruh pembiayaan milad tidak bersumber dari APBK Aceh Utara. Dana kegiatan berasal dari partisipasi berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, perusahaan daerah, tokoh masyarakat serta dukungan personal dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD).

“Tidak ada unsur pemaksaan. Ini merupakan komitmen bersama yang telah dibuat sebelumnya,” ujarnya.

Dengan dana yang baru terealisasi Rp600 juta, masih terdapat sekitar Rp1,5 miliar dari komitmen dukungan yang belum masuk ke panitia.

Karena itu, panitia meminta pihak-pihak yang sebelumnya telah menyatakan komitmen untuk segera merealisasikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.

Muslim memastikan setiap usulan pembiayaan terlebih dahulu diverifikasi sebelum disetujui. Dengan mekanisme tersebut, nilai anggaran yang disetujui tidak selalu sama dengan jumlah yang awalnya diajukan.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak diperlukan agar seluruh rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 dapat terlaksana. Panitia juga menyatakan pengelolaan dana akan dilakukan sesuai kebutuhan kegiatan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sekretaris Panitia Misbahul Munir turut hadir dalam konferensi pers tersebut.

Peringatan 800 tahun Samudera Pasai diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali sejarah, budaya dan nilai keislaman yang diwariskan Kesultanan Samudera Pasai.[*]