Bupati Aceh Utara Kunjungi Stand Langkahan, Kenang Masa Pasca Banjir

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net — Di tengah kemeriahan Expo Pembangunan dalam rangka Milad ke-800 Samudera Pasai dan Hari Jadi ke-800 Aceh Utara, Stand Kecamatan Langkahan menghadirkan cara berbeda dalam mengenang bencana banjir yang melanda wilayah tersebut sembilan bulan lalu.

Stand Langkahan tidak hanya menampilkan potensi daerah, tetapi juga menghadirkan dokumentasi penanggulangan banjir melalui galeri foto. Sisa lumpur dan daun pelepah turut ditampilkan sebagai bagian dari cerita tentang masa pascabencana yang masih membekas bagi masyarakat.

Keunikan tersebut mendapat perhatian Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau Ayah Wa, saat mengunjungi stand Kecamatan Langkahan, Kamis (10/9/2026).

Di stand tersebut, potensi pertanian dan perkebunan Langkahan ditampilkan berdampingan dengan dokumentasi penanganan banjir. Buah durian unggulan dari kawasan perbukitan Langkahan menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.

“Memang luar biasa penampilan stand Kecamatan Langkahan. Menampilkan karya-karya terbaik serta yang paling dikenang dokumentasi penanggulangan banjir kemarin. Hebat dan luar biasa,” ujar Ayah Wa.

Menurutnya, pilihan Langkahan menampilkan kembali dokumentasi bencana menjadi pengingat bahwa masyarakat Aceh Utara pernah menghadapi masa sulit, tetapi mampu kembali bangkit.

Ayah Wa juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Langkahan. Menurutnya, meski pernah terdampak bencana, masyarakat tetap menunjukkan keyakinan bahwa Aceh Utara dapat pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Walaupun masyarakat terdampak, tetap meyakini Aceh Utara akan pulih kembali dan tetap tampil seperti biasanya,” katanya.

Expo Pembangunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Piasan Pase yang berlangsung selama sepekan, 6 hingga 13 September 2026.

Sejak hari pertama pembukaan, Stand Kecamatan Langkahan ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Durian unggulan menjadi salah satu daya tarik, sementara galeri dokumentasi banjir menjadi ruang bagi pengunjung untuk melihat kembali proses penanganan bencana yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

Bagi Langkahan, kehadiran di arena pameran bukan sekadar menampilkan potensi daerah. Stand tersebut juga menjadi cara untuk mengingat masa sulit sekaligus menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat terus bergerak setelah bencana.