Siti Ramazan yang akrab disapa Dekti mengapresiasi antusiasme para peserta, panitia pelaksana, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut.
Ia berharap seluruh tim yang bertanding dapat menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat persaudaraan selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, turnamen sepak bola tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan kemenangan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan.
“Turnamen ini bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jadikan setiap pertandingan sebagai ajang mempererat persaudaraan serta melahirkan atlet-atlet sepak bola yang mampu mengharumkan nama Aceh Barat,” kata Dekti.
Ia juga mengingatkan para pemain agar dapat mengendalikan emosi selama pertandingan. Setiap persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat diselesaikan dengan kepala dingin tanpa berujung pada pertikaian.
Dekti turut meminta wasit menjalankan tugas secara profesional dan memimpin pertandingan dengan baik agar kompetisi berlangsung tertib dan lancar.
“Tolong kepada wasit harus memimpin pertandingan dengan baik, jangan sampai ada keributan, ini ajang silaturahmi,” tegasnya.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, panitia pelaksana, para pemain, serta ratusan warga yang memadati Lapangan Sepak Bola Kuala Bhee untuk memberikan dukungan kepada klub favorit masing-masing.
Dengan keikutsertaan 44 klub, turnamen ini diharapkan dapat menghadirkan pertandingan yang kompetitif sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.
Selain memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan masyarakat serta mendorong perkembangan olahraga sepak bola di Kabupaten Aceh Barat.





