Habanusantara.net – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menerima penghargaan Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh dari Jaringan Media Siber Indonesia Aceh pada malam apresiasi dan pelantikan pengurus daerah JMSI Aceh periode 2025-2030 di Ayani Hotel, Banda Aceh, Jumat (11/6/2026) malam.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bendahara Umum Jaringan Media Siber Indonesia, Akhiruddin Mahjuddin turut disaksikan oleh Ketua Dewan Pakar JMSI Aceh Hendry CH Bangun.
Apresiasi itu turut diberikan kepada sejumlah pejabat publik, relawan kemanusiaan, dan badan usaha yang dinilai berkontribusi dalam penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
Illiza menyatakan penghargaan tersebut bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk seluruh pihak yang terlibat membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh.
“Penghargaan ini adalah milik semua yang telah berkontribusi membantu masyarakat Aceh yang sedang mengalami musibah bencana,” kata Illiza.

Ia mengingatkan bahwa Banda Aceh pernah mengalami bencana besar tsunami tahun 2004 dan mampu bangkit berkat dukungan berbagai pihak. Pengalaman itu, kata dia, menjadi alasan Pemerintah Kota Banda Aceh turut mengambil peran membantu daerah lain yang terdampak banjir pada akhir 2025 lalu.
Illiza bahkan mengaku menolak bantuan dana yang sempat ditawarkan pemerintah pusat kepada Banda Aceh pascabencana hidrometeorologi.
Menurutnya, daerah lain di Aceh saat itu mengalami dampak yang lebih parah sehingga bantuan seharusnya diprioritaskan untuk wilayah yang paling membutuhkan.
“Dulu ketika tsunami, Banda Aceh memang sangat parah. Namun saat banjir melanda Aceh kemarin, ada daerah lain yang kondisinya jauh lebih berat. Kami merasa justru harus ikut membantu mereka,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Illiza mengatakan pihaknya turut menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui berbagai kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan sejumlah mitra.
Menurutnya, penghargaan yang diterima menjadi motivasi untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam membangun gerakan kemanusiaan yang lebih luas di Aceh.
Pada kesempatan itu, Illiza juga memaparkan pengembangan program Banda Aceh Academy (BAA), sebuah pusat pengembangan kapasitas yang akan menyediakan berbagai fasilitas pelatihan, ruang podcast, hingga sarana promosi produk masyarakat.
Ia menjelaskan salah satu lantai BAA akan difasilitasi oleh Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kondisi). Pemerintah Kota Banda Aceh berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dan insan pers, khususnya di bidang digital dan media siber.
Sementara itu, Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky mengatakan penghargaan Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam penanganan dampak bencana.
“Kurator yang ditunjuk JMSI Aceh telah memilih para pihak yang terlibat langsung sebagai Garda Kemanusiaan Pascabencana Hidrometeorologi Aceh,” kata Hendro.
Selain Illiza, penghargaan tersebut juga diberikan kepada Muzakir Manaf, Safrizal ZA, Ali Imran, dan Nasri Djalal.
JMSI Aceh juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan pelaku usaha yang terlibat dalam aksi kemanusiaan, yakni Cut Sheira Elnita, Nasruddin, Mahlizar Safdi, serta perusahaan seperti Medco E&P Malaka, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aceh Syariah, Solusi Bangun Andalas, Pema Global Energi (PGE), dan Triangle Pase Inc..[is]





