Habanusantara.net – Sejumlah guru dan aparatur sipil negara (ASN) di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara yang terdampak banjir mengaku hingga kini belum menerima bantuan yang dijanjikan pemerintah untuk pemulihan pascabencana.
Padahal, banyak di antara mereka mengalami kerusakan rumah dan kehilangan berbagai peralatan rumah tangga akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara beberapa waktu lalu.
Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan bantuan yang diharapkan hingga kini belum diterima, meski sebagian penerima lainnya dikabarkan sudah mendapatkan pencairan.
“Kami belum menerima bantuan untuk kerusakan rumah akibat banjir. Padahal dampaknya sangat besar dan banyak barang yang rusak. Sementara ada sebagian yang informasinya sudah menerima bantuan tersebut,” ujar sumber kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh, guru dan ASN terdampak banjir yang bertugas di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di bawah Dinas Pendidikan Aceh Utara diusulkan menerima bantuan sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan atau total Rp6 juta per orang.
Namun hingga saat ini, sebagian penerima manfaat masih menunggu proses pencairan dari pemerintah pusat.
Sejumlah ASN bahkan disebut telah mendatangi instansi terkait untuk menanyakan perkembangan pencairan bantuan tersebut. Sementara bagi penerima yang datanya telah dinyatakan valid, sebagian bantuan dikabarkan sudah mulai disalurkan.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., mengatakan pihaknya telah mengajukan seluruh data pegawai terdampak banjir kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu proses pencairan anggaran.
“Kami sudah mengusulkan data pegawai yang terdampak banjir ke pemerintah pusat. Sampai hari ini memang belum seluruhnya cair. Kami berharap para guru dapat bersabar karena prosesnya masih berjalan,” kata Jamaluddin saat dikonfirmasi.
Menurutnya, pemerintah daerah hanya bertugas melakukan pendataan dan pengusulan calon penerima bantuan. Sementara kewenangan pencairan anggaran berada di pemerintah pusat karena sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan agar dapat meringankan beban para guru dan ASN yang terdampak banjir.
“Harapan kita bantuan ini segera dicairkan sehingga dapat membantu kebutuhan para guru yang terdampak. Persoalan ini juga sudah kami sampaikan kepada kementerian terkait agar mendapat perhatian dan percepatan penyelesaian,” ujarnya.
Diketahui, banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Utara beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan rumah warga terendam. Di sejumlah lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai 6 meter sehingga mengakibatkan kerusakan rumah, perabotan, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat, termasuk para tenaga pendidik. [Mnw]





